Awas, Pitam Kuning Masih Berkeliaran

SERPONG, SNOL Polres Jakarta Selatan terus mendalami perampokan minimarket Indomaret 24 Jam di Jalan Aria Putra, Kedaung, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang disatroni perampok Pitam Kuning, Rabu (30/5).
“Kami masih mendalami pelaku perampokan ini. Sampai saat ini belum bisa dipastikan kelompok mana di balik aksi perampokan itu,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Hermawan, Rabu (30/5).
Hermawan menduga ada kelompok lain yang meniru aksi perampokan spesialis minimarket yang terjadi belakangan ini. “Dari analisis kami, pelaku menggunakan motif sama dengan komplotan Pitam Kuning. Tetapi, kami masih akan mengembangkan kasus ini terlebih dulu,” katanya. “Jika belum ada penangkapan, kami masih belum bisa menjelaskan apakah masuk dalam jaringan Pitam Kuning atau tidak,” imbuhnya.
Hermawan mengatakan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku tindak kriminal ini. “Kita sedang melakukan pengejaran terhadap para perampok yang berjumlah enam orang ini,” tandasnya.
Perampokan yang terjadi di Indomaret, Jalan Aria Putra, Kedaung, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Selasa (29/5) lalu, menambah panjang deretan kasus perampokan di kawasan Tangerang. Ini adalah perampokan ke-5 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kota Tangerang.
Berdasarkan catatan, pada Jumat (4/5) dini hari, perampokan terjadi di Indomaret 24 Jam, Jalan Raya Serpong, Tangsel. Dua hari kemudian, Minggu dini hari, kawanan perampok menyatroni Alfamidi 24 Jam di Jalan Letnan Soetopo, Lengkong Gudang Timur, BSD City.
Perampokan minimarket kembali terjadi pada Selasa (22/5) di Alfamart, Jalan TMP Taruna, Sukasari, Kota Tangerang. Sehari kemudian, Rabu dini hari, kawanan perampok membobol Indomaret 24 Jam di Jalan Raya Serpong Kilometer 7 Nomor 8E, samping McDonald’s Alam Sutera, Serpong Utara, Tangsel.

Cegah Kejahatan
Pengamat hukum dan kriminolog Universitas Indonesia (UI)  Adrianus Maliala meminta kepolisian tidak lemah dalam upaya pencegahan terhadap potensi kejahatan yang mayoritas diduga dilakukan melibatkan kalangan remaja atau geng motor seperti banyak kejadian saat ini.
“Berbagai potensi kenakalan remaja bisa berkembang menjadi tindakan melawan aturan hukum. Seharusnya kepolisian bisa melakukan tindakan persuasif dengan mengetahui potensi lingkungan remaja yang sudah mengarah ke arah kriminal,” kata Adrianus, kemarin.
Menurutnya, saat ini upaya pencegahan preventif melalui anggota Kamtibmas masih belum menyentuh wilayah-wilayah yang berpotensi gangguan. “Kami belum merasakan berbagai upaya pendekatan yang dilakukan anggota Kamtibmas,” katanya. (irm/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.