Dahlan Iskan: Pebisnis Muda Juga Bisa Terkena Konflik Interest

KELAPADUA,SNOL Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, memberikan apresiasi kepada pengusaha muda dalam acara seminar Entrepreneurship bertema Create High Enthusiasm of Entrepreneurship (CHEERS), Senin (4/6).
Dahlan Iskan yang juga CEO Jawa Pos itu tampil di podium dengan gayanya yang khas, kemeja putih lengan panjang, celana panjang hitam dan sepatu skate. Dia tampil sebagai keynote speaker seminar yang digelar oleh Young Entrepreneur Association (YOURS) UMN di Function Hall UMN, Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang.
Awalnya, Dahlan memanggil tujuh orang mahasiswa yang sudah menggeluti bisnis sejak semester 2. Diantaranya Goncan, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi UMN menggeluti bisnis web development, Angel mahasiswi Universitas Prasetya Mulya menggeluti bisnis fashion dan lainnya.
“Luar biasa anak muda saat ini sangat kreatif dan berjiwa bisnis. Berbeda dengan saya yang baru memulai bisnis di usia 32 tahun,” kata Dahlan.
Menurut Dahlan, jika membangun bisnis lebih dari satu orang pemegang saham, maka harus dinamis. Bahkan pecah kongsi dalam bisnis bersama dianggap sesuatu yang lumrah. Berkecimpung di dunia bisnis juga harus pintar berdiplomasi. “Yang penting dalam perpecahan kongsi tersebut harus dengan baik-baik. Bahkan rasa sakit hati bisa menjadi modal untuk memajukan bisnis,” tuturnya.
Dahlan mengingatkan bagi pebisnis muda atau pemula agar jangan menyerah dengan masalah yang menghadang. Setiap masalah itu bisa membuat seorang pebisnis menjadi lebih handal dan berpengalaman. “Pebisnis muda juga bisa terkena konflik interest, tapi ingat dalam berbisnis kita harus beretika. Saya juga bangga dengan mereka yang terhimpit kesulitan tapi mau bangkit dan mandiri,” jelasnya.
Pebisnis muda kata Dahlan, juga harus mencicipi rasanya ditipu oleh konsumen atau rekan bisnis. Hal ini dianggap penting, karena hal itu selalu saja terjadi dan setiap persoalan yang dialami itu menjadi pengalaman berharga.
“Banyak pebisnis yang sudah dinasehati agar berhati-hati, tapi tetap saja tertipu. Kalau sudah ditipu maka si korban akan lebih cermat dalam berbisnis,” terangnya.
Ia mencontohkan, sebuah tawaran menarik dan terlalu enak juga harus diwaspadai oleh seorang pebisnis. “Saya percaya virus pesimisme menjalar cepat di negara kita, tapi virus optimistis juga menjalar cepat di negara kita. Pebisnis harus optimis,” imbuhnya.
Dahlan memprediksi dalam 10 tahun ke depan, Indonesia akan menjadi negara maju dengan sistem ekonomi yang tidak berpengaruh terhadap stabilitas politik. Kondisi itu saat ini mulai terlihat, dimana kondisi politik mulai tidak memberikan efek terhadap ekonomi. “Bukan tidak mungkin nanti politik yang akan ditekan oleh sistem bisnis,” jelasnya.
Acara tersebut juga dimeriahkan oleh pembicara lainnya seperti Raja Sapta Oktohari Ketua Umum HIPMI, Renard Widarto Ketua Panitia ITB Entrepreneurship Challenge 2011, Ryan Putra Manafe Former Project Manager of CEDS UI dan Natali Ardianto Founder dan Coordinator Startup Lokal.
Ketua HIPMI Raja Sapta Oktohari menyatakan, seorang pengusaha harus memanfaatkan momentum setiap tahun karena momen-momen penting tidak akan terulang dua kali. “Momen-momen penting bisa menjadi pendorong bisnis untuk maju. Disamping harus memiliki pengalaman ditipu, serta memiliki mental yang kuat sebagai modal awal,”terangnya.
Sementara, Ketua Pelaksana seminar Entrepreneurship CHEERS, Pricila Angelia mengatakan, cukup banyak mahasiswa yang merintis bisnisnya sendiri dan banyak pengusaha muda yang berjalan sendiri-sendiri. YOURS adalah sebuah asosiasi mahasiswa UMN yang memiliki bisnis dan yang tertarik untuk menjadi seorang entrepreneur.
“Padahal dalam bisnis networking sangat penting. Seminar ini adalah upaya kami untuk membangun networking melalui yours. Ini satu langkah kecil dalam membantu mahasiwa UMN dalam membangun kewirausahaan,” paparnya.(fajar aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.