Kerugian Langit Biru Capai Rp 1 Triliun

TANGERANG,SNOL Mabes Polri turun tangan terhadap kasus penipuan investasi berkedok koperasi bernama Koperasi Langit Biru (KLB) di Perumahan Bukit Cikasungka, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang. Tim penyidik Bareskrim ikut mengejar Jaya Komara, pimpinan koperasi yang menghilang. “Satu dua hari ini Insya Allah kita bisa proses,” ujar Kabareskrim Komjen Sutarman di Jakarta, kemarin (5/6).
Penyidik Bareskrim telah memeriksa 10 staf koperasi di Solear, Kabupaten Tangerang itu. Penyidik membutuhkan keterangan dari Jaya sekaligus meminta kepadanya menjelaskan kepada anggota koperasi. “Itu nanti anak-anak cybercrime juga akan bantu,” kata Sutarman. Pelacakan cyber menggunakan jejak ponsel milik Jaya.
Dokumen dan komputer koperasi juga sudah diperiksa petugas. Pemeriksaan juga akan dilakukan terhadap Dinas Koperasi Provinsi Banten yang selama ini membina Koperasi Langit Biru. Terutama untuk mengetahui hasil pengawasan yang dilakukan Dinas Koperasi Banten mengingat koperasi yang bergerak di bidang peternakan sapi ini dinyatakan resmi.
Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar menjelaskan, keterangan Dinas Koperasi penting didengar. “Nanti kita mendengar bagaimana proses pembinaan yang telah berjalan,” katanya.
Boy berharap anggota koperasi yang dirugikan untuk melapor ke polisi. Mereka juga dihimbau tidak kembali bertindak anarkis dengan cara merusak dan menjarah. “Estimasi kerugian masih dihitung, tapi dari keterangan saksi dan korban mencapai lebih kurang Rp 1 T,“ katanya.
Pada Sabtu (2/6) lalu, ribuan investor Koperasi Langit Biru  mendatangi kantor KLB di Cikasungkan, Solear, Kabupaten Tangerang. Mereka meminta agar manajemen mencairkan bonus investasi mereka. Namun, lantaran pihak manajemen tidak ada, investor akhirnya mengambil sendiri produk berupa sembako yang ada di gudang KLB.
Manajemen KLB telah menunda pembayaran bonus terhadap investor sejak April 2012 lalu. Manajemen KLB beralasan, penundaan pencairan bonus lantaran koperasi pimpinan Ustad Haji Jaya Komara itu sudah bangkrut karena dikorupsi oleh oknum KLB. Sementara Jaya Komara sendiri tidak pernah menemui investor sejak April 2011 silam.
Polisi sendiri menyelidiki kasus tersebut berdasar informasi dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam). KLB ini telah menggalang dana dari sekitar 140 ribu nasabah sejak tahun 2011 silam. Dahulu, koperasi tersebut bernama PT Transindo Jaya Komara yang bergerak di bidang investasi.
Bapepam kemudian membekukan PT Transindo Jaya Komara karena diduga bermasalah. Sejak pembekuan, KLB mengalami kemacetan dalam pencairan dana kepada nasabah. Usaha resmi KLB adalah investasi di bidang daging sapi.
Salah seorang korban, Julia, mengaku ditipu hingga puluhan juta. “Saya sudah ikut selama 6 bulan, sejak Agustus 2011. Dulu saya tahu dari temen kerja,” ujar Julia setelah memberikan laporan pengaduan ke polisi.
Karyawati perusahaan swasta yang berusia 30 tahun itu mendapatkan informasi dari rekan kerjanya. Bulan Agustus 2011, Julia mulai ikut bergabung dengan KLB. Ia menanamkan modal di KLB hingga Rp 40 juta.
Ia menambahkan, dirinya dulu diiming-imingi pembagian keuntungan sebesar 17 persen, dari modal yang ditanam. Ia pun telah mendapatkan untung selama 5 bulan, atau sekitar 75 persen dari modal awalnya. “Saya hanya harap uang saya kembali, kalau soal hukuman untuk pengurusnya terserah polisi saja,” katanya. (rdl/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.