Puluhan Bangli di Areal LP Pemuda Digusur

TANGERANG, SNOL Puluhan bangunan liar (bangli) di lahan milik Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pemuda dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang, Rabu (6/6). Bangunan liar tersebut dianggap mengganggu dan menyalahi peraturan daerah (Perda) Nomor 5/2011 tentang Ketertiban, Keindahan dan Kenyamanan (K3) Kota Akhlakul Karimah.Pemilik bangli yang kebanyakan ditempati para pendatang dari berbagai daerah di kawasan Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut hanya pasrah dan mengerti bahwa mereka dilarang tinggal dan mendirikan bangunan di lahan milik pemerintah itu.
Bahkan sampai sebuah tali yang diikat ke truk merobohkan bangli mereka, tidak ada perlawanan berarti. Warga pemilik bangli hanya diam dan duduk sambil menyaksikan bangunannya dirobohkan. Sambil sesekali menyelamatkan barang-barang yang mereka anggap masih dibutuhkan, seperti kardus, lemari, bantal, kasur, sampai sebuah televisi.
“Kami pasrah, ini tanah negara yang harusnya tidak boleh kami tempati,” kata salah seorang penghuni Ruwanto (53). Dia mengaku sudah tinggal di lahan tersebut selama bertahun-tahun. Dengan pekerjaan hanya sebagai kuli panggul, atau kuli gali kabel, Ruwanto tidak bisa menyewa tempat tinggal yang layak.
“Kami sewa ke salah satu petugas di LP tiap bulan. Kalau tidak ada izin mana berani saya tinggal dan membangun di sini,” jelasnya.
Kasatpol PP Kota Tangerang Irman Pudjahendra menjelaskan, tindakan Satpol PP ini merupakan wujud nyata penegakan Perda 6/2011 tetang K3. Dimana, sesuai dengan aturan yang ada, bangli yang ditempati warga menyalahi aturan tersebut. “Ini hanya kegiatan rutin dan pelaksanaan perda saja. Tidak lebih. Kalau mereka di sini  menyewa, itu di luar kewenangan kami,” jelas Irman.
Camat Tangerang Mumung Nurwana yang juga hadir dalam penertiban itu mengatakan, sesuai dengan kebijakan pemerintah dan atas dasar Perda K3 yang sudah mulai berlaku, pihaknya akan menertibkan seluruh bangli yang ada di wilayahnya. Seperti bangli yang ada di Jalan Sudirman, Jalan Muhammad Yamin, Jalan Perintis Kemerdekaan dan juga kawasan lain yang tidak sesuai dengan aturan yang ada.
“Rencana kami, setelah pembongkaran bangli ini, kami akan jadikan kawasan ini sebagai lahan penghijauan dan akan dibangun taman. Jadi, sepanjang Jalan Sudirman nanti tidak lagi ada bangunan liar namun hanya pepohanan saja,” katanya. (pane/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.