Siswa SD dan SMP Tawuran di Area Pintu Keluar Tol

TANGERANG, SNOL Untuk kesekian kalinya, para pelajar kembali terlibat tawuran di Kota Tangerang. Kamis (7/6) siang sekitar pukul 13.30 WIB di Jalan MH. Thamrin, tepatnya di pintu keluar tol Kebon Nanas menuju arah Serpong, puluhan siswa berseragam SMP dari dua kelompok berbeda saling serang di tengah jalan menggunakan benda-benda berbahaya seperti gir dan bambu. Beruntung, aksi yang berlangsung sekitar lima menit itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa ataupun luka-luka.
Ironisnya, dalam peristiwa tersebut, tak hanya pelajar berseragam SMP saja yang terlibat aksi jagoan jalanan itu, namun salah seorang pelakunya malah masih menggunakan seragam SD.  Tidak diketahui, siswa sekolah mana yang melakukan tindakan tidak terpuji itu.
Tawuran berawal saat kedatangan salah satu kelompok pelajar dari arah Jalan Raya Serpong, Tangerang Selatan. Rupanya, kedatangan kelompok ini sudah ditunggu oleh kelompok siswa lainnya di lokasi tawuran.
“Baru saja sampai, kelompok yang datang dari arah Serpong tadi tiba-tiba langsung diserang oleh musuh yang sudah menunggunya menggunakan bambu dan sabuk yang sudah diberi mata gir,” kata Erik Alfiansyah, salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.
Saat menyerang, pelajar yang bersenjata gir mengayun-ayunkan benda tajam tersebut ke arah musuhnya. Sementara mereka yang membawa bambu pun seolah tak mau kalah gertak dengan mengacung-acungkan bambu selengan orang dewasa itu.
Akibat serangan tiba-tiba itu, kata Erik, kelompok yang baru datang akhirnya melarikan diri ke arah Warung Mangga meski terus dikejar oleh sebagian penyerangnya. Sementara, sebagian yang tak ikut mengejar memilih duduk-duduk di bawah pohon.
Sebelum menyerang, para pelajar juga sempat mengambil bambu penunjang baliho milik salah seorang bakal calon walikota yang terpampang persis di pinggir jalan untuk dijadikan senjata. Akibatnya, baliho berukuran cukup besar itu tergeletak begitu saja di tanah. “Sepertinya, kedua kelompok pelajar itu sudah janjian,” katanya lagi.
Tak pelak, aksi itu menjadi tontonan warga sekitar. Selain itu, para pengguna Jalan Raya MH. Thamrin pun terpaksa memperlambat kendaraannya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sementara saat tawuran pecah, tidak terlihat seorang pun anggota kepolisian di lokasi untuk melerai.
Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Bonnie Mufidjar meminta agar  Dinas Pendidikan lebih mampu mengawasi dan mengendalikan serta memberi sanksi  terhadap sekolah yang siswanya terlibat tawuran secara konkrit.
“Misalnya, panggil sekolah yang bersangkutan atau paling tidak dibuat pernyataan bahwa mereka mampu mengendalikan siswanya untuk tidak terlibat tawuran lagi,”katanya. (made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.