Diamankan Pemuda Gereja, Keuskupan Jadi Pondokan Kafilah Banten

Seorang pemuda Nasrani sibuk membantu penyelesasian mobil hias untuk pawai taaruf peserta MTQ ke XXIV  yang  dilaksanakan Kamis (7/6) siang. Hujan yang mengguyur Kota Ambon yang hampir terjadi setiap hari membuat penyelesaian miniatur Masjid Raya Al-Bantany sedikit terhambat. Pekerjaan harus dikebut agar bisa sebelum pelaksanaan MTQ 8 hingga 15 Juni nanti.
Dipelataran parkir Balai Pelayanan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Maluku, panitia tim kesenian sibuk merangkai kayu, triplek dan storofoam menjadi sebuah Masjid bermenara empat. Tak ketinggalan juga  Jevry Taniwel (36), dan sejumlah  warga lingkungan  Kudamati, Kelurahan Benteng, Kecataman Nusaniwe, Kota Ambon, tempat  Kantor Balai itu berada, sekaligus daerah kelahiran Jevry.
Kalung besi putih yang melingkar di leher Jevry berbandul sebuah salib, menunjukan secara tegas dirinya memang non muslim. Namun tidak ada keraguan saat membantu menyelesaikan miniatur Masjid Raya Al-Bantany, milik Kafilah Provinsi Banten ini. Dalam menyukseskan MTQ ke XXIV, seluruh umat bersatu padu. Tak hanya umat muslim yang menyambut event nasional juga dengan suka cita, kaum Nasrani yang memiliki jumlah mayoritas di provinsi kepulauan tersebut turut menyambut bahagia.
“Kita bakubantu semua dengan ikhlas. Bahkan kita bantu tanpa harus diberitahukan kepada siapapun. Ini semua dari hati. Siapa bilang Ambon menakutkan, ini buktinya kami bisa bersama-sama,” ujar Jevry, saat dijumpai wartawan di Bapelkes, kawasan Kudamati, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
Jelang pawai taaruf, hampir setiap sudut kota amat mudah dijumpai kebersamaan warga yang bahu membahu membantu 33 kafilah yang akan berlomba. Dihalaman-halaman gereja, terpampang baliho-baliho besar bertuliskan ajakan untuk menyukseskan pelaksanaan MTQ. Ribuan pemuda Gereja dilibatkan dalam Pam Swakarsa, bahkan mes-mes gereja dan keuskupan disiapkan untuk dijadikan pemondokan para kafilah yang datang dari berbagai penjuru Nusantara.
Jelang tengah malam,  kota ambon bagai bangkit dari tidur. Hampir semua jalur prokol dipadati ribuan warga, memenuhi berbagai titik lokasi. Kendaraan roda dua dan empat memadati, areal parkir lapangan Merdeka, Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Provinsi Maluku. Di lokasi itulah perhelatan MTQ ini dibuka Presiden SBY, Jumat (8/6) malam.
Kemudian sejumlah pejabat dan peninjau Kafilah Banten, yang secara kebetulan menempati mess keuskupan amboina di Jalan Patimura, Kawasan Batumeja, Kecamatan Sirimau, dapat merasakan secara langsung rasa toleransi dan kebersamaan ini. Tak tanggung-tanggung, para petinggi yang tinggal di mess itu antara lain, Bupati Serang HA.Taufik Nuriman, Ketua LPTQ Banten Zaenal Mutaqin, Asda III Banten Eutik Suarta, Rektor IAIN Sybli Sarjaya, Wakil Ketua DPRD Banten Suparman, serta para ulama yang memiliki kepentingan dalam perhelatan MTQ tersebut.
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyambut positif sambutan dari pihak Keuskupan Amboina tersebut. Tentang kondisi di Banten, kata Atut, pihaknya tak membeda-bedakan tentang keberadaan masyarakat di wilayahnya. Kebijakan yang digulirkan harus mengakomodir seluruh warga, tidak harus memandang golongan dan RAS.
Bupati Serang Taufik Nuriman mengaku senang bisa menempati salah satu rungan di keuskupan Amboina. Dia mengatakan, kedatangan ke ambon secara langsung menambah keyakinannya untuk menambah kebijakan perhatian kepada seluruh umat yang ada di Kabupaten Serang. (BNN/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.