Warga Cilenggang Tolak Proyek Tol Serpong-Balaraja

SERPONG, SNOL Proyek jalan tol yang melintas di Kota Tangsel sepertinya tidak berjalan lancar. Menyusul penolakan warga Serua, Ciputat wilayahnya dilalui jalan tol Serpong-Cinere, giliran warga Cilenggang, Serpong, bersikap sama terhadap proyek tol Serpong-Balaraja.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Kemasyarakatan Keluarga Cilenggang Komar S Mudri mengatakan, warga berkeyakinan meski dilalui jalan tol Serpong-Balaraja, perekonomian warga tidak akan membaik.
Kelurahan Cilenggang terdiri dari tujuh RT dan dua RW. “Kita menolak karena berbagai faktor, yakni sosial dan ekonomi. Dengan adanya jalan tol ini belum tentu perekonomian di Cilenggang menjadi lebih baik, malah sebaliknya,” ungkapnya.
Rencananya pembangunan jalan tol ini akan membelah Cilenggang. “Kalau seandainya pembangunan jalan tol tetap dilaksanakan, warga meminta ada penggeseran siteplan pembangunan yang tidak melintasi Cilenggang,” katanya selepas sosialisasi dampak lingkungan, akhir pekan lalu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel, Dudung E Diredja, mengaku belum mengetahui adanya penolakan warga Cilenggang terkait dengan rencana pembangunan jalan tol Serpong-Balaraja. “Yang baru diketahui penolakan tol Serpong-Cinere dan Senin ini akan ada pertemuan di dewan untuk tol Serpong-Cinere,” katanya.
Kasubid Wasdal, BLHD Kota Tangsel, Abdus Somad mengatakan dari hasil sosialisasi prinsipnya warga menolak pembangunan tol Serpong-Balaraja. Dikarenakan berbagai dampak lingkungan, sehingga ada sosialisasi awal yang diberikan terkait dampak lingkungan.
“Pembangunan tol Serpong-Balaraja ini ada sisi negatif dan positifnya di bagian lingkungan. Sehingga warga perlu mengetahui apa saja yang menjadi dampak bagi pembangunan tol ke depannya dirasakan masyarakat,” ungkap Somad.
Somad menambahkan, sisi positifnya adanya pembangunan tol Serpong-Balaraja ini akan menekan polutan serendah mungkin. Emisi yang dihasilkan dari gas buang minim, tingkat kesehatan masyarakat semakin baik, ini dikarenakan berkurangnya kemacetan yang terjadi di Jalan Raya Serpong.
Tidak hanya dampak positif ada dampak negatif yang dirasakan dari pembangunan jalan tol ini seperti berdampak sosial dan ekonomi masyarakat.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Tangsel Salbini mengatakan dewan akan melihat siteplan awal terlebih dahulu mengenai proyek jalan tol. “Kita lihat kapan diijinkan Bupati (Kabupaten Tangerang) masa tenggangnya apakah sudah habis atau belum,” katanya. (irm/bnn/susilo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.