Buruh Sablon Merek Sepatu Merasa Dibohongi

CIKUPA,SNOL Puluhan buruh PT Prima Jaya Tunggal di Jalan Telaga Mas III No 9, Kawasan Cikupa Mas, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang berunjukrasa, Kamis (21/6) di depan gerbang pabriknya. Buruh sablon merek sepatu ini menagih janji manajemen memberikan upah sesuai UMK 2012 Rp.1,527,150,-.
Pantauan wartawan, buruh melakukan aksi damai sambil berjoget di depan gerbang pabrik. Mereka menuding perusahaan melanggar perjanjian yang sudah disepakati, yakni merealisasikan tuntutan hak-hak normatif buruh yang diajukan ke manajemen perusahaan beberapa waktu lalu.
Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) PT Prima Jaya Tunggal, Edy Hermawan mengatakan, aksi ini sebagai bentuk protes buruh karena manajemen tidak konsisten terhadap perjanjian bersama yang sudah disepakati.
“Perusahaan berjanji akan memberikan standar upah sesuai dengan UMK, tapi kenyataannya sampai saat ini masih ada 100 karyawan yang belum mendapatkan upah tersebut. Bahkan satu bulan mereka hanya digaji sebesar satu juta rupiah,” ungkap Edy kepada wartawan, kemarin.
Manajemen PT Prima Jaya Tunggal juga dituding telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak terhadap karyawan. Padahal, sebelumnya perusahaan sudah berjanji tidak akan memecat karyawannya secara sepihak sesuai surat perjanjian yang sudah disepakati bersama. Buruh juga meminta agar manajemen memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) yang layak, sesuai aturan pemerintah.
“Kami merasa dibohongi oleh perusahaan. Pihak perusahaan hanya mengambil keuntungannya sendiri tanpa memikirkan nasip buruh. Lagi-lagi, perusahaan mem-PHK kawan-kawan kami secara massal dan sepihak,” tudingnya.
Terkait kondisi ini, seorang pengawas dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tangerang, Ridwan Sirait mengatakan, pihaknya akan memediasi ke dua belah pihak yang bermasalah tersebut. “Kami akan menemui pihak perusahaan terlebih dahulu dan akan memediasi dengan kaum buruh guna menyelesaikan permasalahan ini,” katanya.
Disnaker akan mengambil tindakan jika memang benar perusahaan telah menyalahi aturan. “Kalau memang perusahaan bersalah, ya akan kami tindak tegas, sesuai dengan undang-undang,” tegasnya.
Ketika ingin dikonfirmasi kepada manajemen, seorang karyawan bagian marketing, Abdul Khalig mengaku, pihak manajemen perusahaan sedang ada urusan di luar. Dirinya mengaku tidak tahu menahu terkait persoalan buruh tersebut. (fajar aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.