Redam Gejolak, Sopir Truk Diberi Nasi Bungkus

CILEGON, SNOL Antrean kendaraan yang akan menyeberang ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak Banten hingga Jumat (6/7) belum terpecahkan. Untuk meredam gejolak dari para sopir dan awak kendaraan, kemarin Kapolda Banten Brigjen Eko Hadi Sutedjo membagikan 1.700 nasi bungkus.
“Pagi ini (kemarin pagi, Red) ada partisipasi pengusaha yang memberikan 1.700 nasi bungkus untuk para sopir truk yang ikut melakukan antre di Pelabuhan Merak,” ujar Kapolda.
Eko mengaku tersentuh dengan kondisi para sopir truk yang telah antre selama dua hari untuk menunggu giliran bisa terangkut kapal. Dari keluhan para sopir, umumnya mereka mengaku kehabisan uang karena terlalu lama mengantre. “Para sopir sulit mendapatkan makanan dan harus makan seadanya saat antre di sepanjang jalan menuju Merak,” sambung Kapolda.
Antrean di Merak terjadi sebagai akibat terbatasnya jumlah kapal yang beroperasi. Untuk itu, kata Kapolda, dirinya telah meminta para pengusaha kapal segera mengoperasikan kapal-kapal dengan cepat jika sudah melakukan perawatan. “Saat ini kami berupaya memastikan kepada para sopir bahwa semua truk akan bisa terangkut,” ujar dia.
Untuk mengantisipasi adanya tindak kriminalitas, kata Eko, pihaknya sudah menempatkan anggotanya di sepanjang jalur antrean. Baik di dermaga maupun di tempat-tempat para sopir mengantre atau kantong parkir di luar pelabuhan. “Kami juga telah membuat posko-posko pengamanan dan melakukan patroli rutin di sepanjang antrean truk,” terangnya.
Antrean di Merak kemarin semakin parah. Panjang antrean sudah mencapai hampir 20 kilometer, yang mengakibatkan arus lalu lintas di pusat Kota Cilegon ikut macet parah.
General Manager PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Merak Indonesia Ferry Cabang Utama Merak Supriyono mengatakan, kapal yang beroperasi telah bertambah dari 19 kapal menjadi 21 kapal. Bantuan kapal dari Duta Banten sudah masuk Kamis malam (5/7), sedangkan dua kapal lagi, yakni Kapal Jatra I dan BSP I, masuk tadi malam. (bud/jpnn/c9/nw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.