Anak Rano Palsukan Identitas

TANGERANG, SNOL Terdakwa perkara narkotika, Raka Widyatama (21) yang juga putra angkat Wakil Gubernur Banten Rano Karno memalsukan identitas KTP-nya saat memesan 5 butir pil ekstasi dari Malaysia. Hal itu terungkap saat persidangan lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi, di Pengadilan  Negeri (PN) Tangerang, Selasa (24/7).
Dalam persidangan yang menghadirkan tiga orang saksi, yakni dua orang adalah Tim Serse Narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta, masing-masing Sefanya Chain dan Warid Utama. Sedangkan seorang saksi lainnya adalah Hilman Fathoni, petugas teller Bank BCA di Tangerang.
Saat kesaksian dari anggota tim reserse inilah, terungkap bahwa Raka memalsukan KTP-nya. “Pada saat saya mengirim paket itu, tertera nama Irwan Imam dengan alamat di Bintaro Sektor V. Tapi, foto yang ada di foto kopi KTP itu adalah Raka,” ucap Warid di depan majelis hakim yang diketuai Dehel K Sandan.
Menurut Warid, pada saat dirinya mengirim paket, yang keluar dari rumah adalah Karina Aditya (21), kekasih Raka. Karena itu Warid berupaya agar Raka bisa keluar dari rumah. “Saat paket dikirim, kata Karina dia yang mau terima. Tapi saya cegah, dan minta agar Irwan Imam yang menerima langsung,” ucapnya.
Meskipun begitu, lanjut Warid, setelah Karina masuk ke dalam rumah, dan keluar lagi. Karina menyatakan bahwa dirinya yang akan menerima paket atas nama Irwan Imam itu. Maka permintaan itu dipenuhi Warid, dengan membuat surat pernyataan. “Saat hendak menulis surat pernyataan, Karina memanggil Raka yang ada di dalam rumah. Tapi yang bersangkutan tidak keluar juga,” tandas Warid.
Masih berdasarkan penuturan Warid, setelah serah terima paket dilakukan, Warid bersama tim serse langsung merangsek masuk ke dalam rumah, dan dijumpai Raka ada di dalam rumah itu. “Saya minta KTP asli Raka, dan ternyata namanya Raka Widyatama. Sedangkan di foto kopi KTP pemesanan barang atas nama Irwan Imam tapi fotonya Raka,” tandasnya.
Menanggapi itu, Budi Iskandar, kuasa hukum Raka dan Karina, mengatakan tidak percaya bahwa kliennya memiliki dua KTP. “Secara umum tak ada orang yang punya dua KTP. Saya yakin Raka hanya punya satu KTP, dengan nama Raka Widyatama bin Rano Karno,” ujarnya seusai persidangan.
Menurut Budi lagi, foto kopi KTP yang menjadi barang bukti belum tentu wajah Raka karena terlihat buram, dan untuk mengetahui keaslian atau tidaknya harus dilakukan pengecekan lebih lanjut. “Harus dicek dulu, karena saya tak yakin itu wajah Raka,” elaknya.
Sementara itu Jaksa Penuntut Umum Riyadi berpendapat beda. Ia yakin bahwa Raka sengaja memalsukan identitasnya dalam memesan pil ekstasi. “Buktinya dia tidak membantah saat persidangan ini. Kalau salah, tentu dia membantahnya. Dan saya yakin memang Raka yang memesan ekstasi itu,” tuturnya.
Sekedar mengingatkan, Raka bersama Karina ditangkap petugas Polres Bandara Soekarno-Hatta, Maret 2012 di Bintaro Sektor V, Kota Tangerang Selatan. Keduanya ditangkap karena kedapatan menerima paket berisi lima butir pil ekstasi. Atas kasus tersebut Raka terancam hukuman 15 tahun penjara. Dan selanjutnya, sidang akan diteruskan pada Selasa (31/7) pekan depan dengan agenda masih pemeriksaan saksi. (pane/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.