Marak Oplosan Pertamax-Premium, 52 SPBU Diuji Sampel

TANGERANG,SNOL Adanya laporan dugaan pengoplosan pertamax di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Tangerang membuat Pemkot Tangerang gerah. Seluruh SPBU yang berdomisili di wilayah itu diuji laboratorium guna memastikan tindakan tegas atas upaya pengoplosan.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) setempat M Noor mengatakan, dugaan adanya pengoplosan bahan bakar pertamax dengan premium tersebut diketahui setelah pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat dan pegawai negeri sipil (PNS) tentang upaya penipuan oleh SPBU ini.
“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat kepada Walikota Tangerang Wahidin Halim bahwa kendaraannya mogok setelah membeli pertamax di SPBU di wilayah Kota Tangerang. Mereka merasa dirugikan. Katanya setelah mobilnya diperiksa, yang disisi di SPBU bukan pertamax tapi premium,” kata M Noor di Puspemkot Tangerang, Jumat (27/7).
Atas laporan tersebut, Wahidin Halim menginstruksikan Disperindakop untuk melakukan sidak di seluruh SPBU di Kota Tangerang. Pihaknya juga mengambil sampel pertamax untuk diuji di laboratorium. “Kamis sudah ambil sampel BBM (bahan bakar minyak) yang dijual di 52 SPBU. Sampel yang kita dapat langsung dikirim ke Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) untuk diuji. Sampai saat ini kita masih menunggu hasilnya,” ungkap Noor.
Menurutnya, Pertamina pun bisa melakukan uji sampel, namun dikhawatirkan Pertamina akan menutup-nutupi temuan tersebut. Untuk itu, pihaknya memilih tempat pengujian yang netral. “Bisa  saja dia bilang hasilnya bagus, karena SPBU itu dibawah binaannya. Namun kami pastikan, kami ingin mengetahui kualitas BBM yang dijual,” imbuhnya.
Noor menambahkan, praktek pengoplosan tersebut jelas merugikan konsumen. Jika terbukti ada kecurangan, pihaknya tidak akan segan-segan untuk menjerat palaku dengan undang-undang perlindungan konsumen dan pidana penipuan. “Yang dijerat pihak SPBU-nya. Karena penyelewengan bahan bakar terjadi di SPBU. Kami juga bisa menutup usaha SPBU yang curang itu,” tegasnya.
Adanya kecurangan dalam penjualan BBM jenis Pertamax yang dioplos dengan Premium memang sangat memungkinkan. Sebab, dibandingkan dengan nilai jual kedua BBM itu, harga Pertamax jauh lebih mahal. “Kalau dulu orang biasa mengoplos premium dengan minyak tanah. Namun kini Pertamax dengan Premium. Kalau ini terus terjadi, bukan hanya warga luas yang dirugikan, PNS yang sudah wajib menggunakan Pertamax lebih dirugikan lagi. Makanya, kami ingin pastikan laporan itu,” pungkasnya. (pane/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.