Aduh, 735 Kg Cincau Berisi Borak !

CIPUTAT,SN—Inspeksi mendadak tim gabungan ke Pasar Jombang Kecamatan Ciputat menemukan 12 bahan makanan mengandung boraks dan formalin, Selasa (31/7). Timgab menyita 735 kg Cincau Hitam mengandung Borak yang disimpan ke dalam 49 kaleng ukuran 15 Kg.
Kepala Disperindag Kota Tangsel, Muhamad menjelaskan tim gabungan yang terdiri dari Disperindagk, Distanak, Dinkes, Kepolisian, BPOM, Laboraturium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan Anggota DPRD Tangsel berhasil menemukan ratusan bahan makanan mengandung zat kimia berbahaya seperti zat pewarna Rodamin B yang biasa digunakan sebagai pewarna tekstil, Formalin, Boraks dan juga makanan yang sudah kadaluarsa.
“Bahan makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya tersebut diantaranya adalah Pacar cina yang mengandung rodhamin b atau zat perwarna tekstil, Ikan tuna berformalin, tahu berformalin, rumput laut dan kolangkaling yang juga mengandung formalin serta cingcau hitam yang mengandung boraks,”ungkap Muhamad selepas sidak di Pasar Jombang kemarin. Muhamad, mengatakan dari 33 sampel makanan, 12 diantaranya positif mengandung bahan berbahaya seperti borak dan formalin.
“Pedagang yang terbukti menjual bahan makanan yang mengandung borak dan formalin akan dilakukan pembinaan. Namun bila sampai tiga kali melakukan hal yang sama, maka pedagang akan disanksi tegas,” ujar Muhamad.  Selain itu, tim gabungan juga melakukan penyitaan 49 kaleng ukuran 15 Kg cincau hitam siap edar dari gudang penyimpanan yang berada dibelakang Pasar Jombang, Ciputat. 49 kaleng Cincau hitam mengandung boraks tersebut diamankan ke Polres Kota Tangerang untuk penyelidikan lebih lanjut.
Bahan makanan yang berhasil diamankan tersebut  diketahui mengandung zat kimia berbahaya setelah dilakukan rapid test (tes cepat) oleh staf Labkesda Kota Tangsel. Zat kimia ini sangat berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi. Untuk itu tim gabungan langsung meminta kepada pengelola Pasar Jombang,Ciputat untuk menarik bahan makanan yang mengandung zat berbahaya ini. Jika masih melanggar maka akan diserahkan kepada pihak yang berwajib. Karena Sesuai dengan UU No 7 Tahun 1996 tentang Pangan, dinyatakan pedagang dilarang menjual bahan mengandung zat kimia berbahaya atau yang dapat membahayakan kesehatan konsumen. Pedagang juga dilarang memperjualbelikan bahan makanan yang sudah tercemar dan kadaluarsa.
Muhamad mengatakan, nantinya para pedagang tersebut dapat dikenakan, sangsi hukuman penjara 5 tahun dan denda 2 miliar, jika menjual makanan yang mengandung zat berformalin.
Sementara  Kepala Labkesda, Alwan mengatakan, jika bahan makanan ini dikonsumsi, maka akan dapat merusak sistem pencernaan terutama liver. Tidak hanya itu jika konsumsinya secara terus menurus, akan menimbulkan bahaya seperti kanker hati dan sebagainya.
“Masyarakat harus lebih cerdas memilih makanan dan mengkonsumsinya, jangan sampai mengkonsumsi zat-zat berbahaya seperti itu,”ungkap Alwan. (irm/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.