Pemerkosa Keempat Ditangkap

TANGERANG,SNOL Empat tersangka upaya pemerkosaan di angkutan kota (angkot) C.01 Jurusan Ciledug-Kebayoran sudah dibekuk jajaran kepolisian Polres Metro Jakarta Pusat dan Polres Metro Tangerang. Terakhir, tersangka berinsial D, berhasil dibekuk di wilayah Ciledug, Selasa (31/7).
Dengan tertangkapnya, D, maka di kawasan Ciledug, Kota Tangerang, polisi sudah menangkap empat tersangka, dimana tiga tersangka lain yakni Firman, (28), Nino Sutrisno (20), dan Ari Anggara (31) “Kami masih mengejar satu pelaku lagi,” kata Kombespol Angesta Romano Yoyol, Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Diberitakan sebelumnya, seorang karyawati berinisial Is (31), nyaris menjadi korban pemerkosaan di dalam angkutan mikrolet C.01 jurusan Ciledug-Kebayoran Lama bernomor B-1106-VTX pada Senin (23/7) tengah malam. Saat itu, Is pulang dari tempat kerjanya naik angkot yang dikendarai oleh Ari Anggara bersama 4 orang lainnya.
Saat Is di dalam mobil, tiba-tiba lampu dalam angkot dimatikan dan para pelaku langsung menyergap, mencekik leher dan juga ada yang meremas payudara sambil mencoba merebut tas korban. Teriakan korban didengar oleh seorang pengendara lain yang berjalan beriringan, Nicholas Sandi, anggota TNI, yang kemudian mengejar mobil angkot tersebut.
Tidak lama kemudian, korban didorong keluar angkot oleh para pelaku di Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakpus depan MA. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian immateriil dan luka memar di leher. Selanjutnya kejadian langsung dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat.
Seorang pelaku yakni Ari Anggara berhasil dibekuk saksi dan dibawa ke aparat kepolisian malam itu juga. Selanjutnya, dua pelaku lain yakni Firman dan Nino Sutrisno dibekuk pada Kamis (26/7) lalu di Desa Cimara, Jamblang, Cirebon .
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangeran Gatot Suprijanto mengatakan, untuk tindakan kriminal di angkot yang melintasi Kota Tangerang dan daerah lain itu wewenangnya ada di provinsi. “Kalau tindakan penghentian trayek kami tidak bisa, itu wewenang provinsi. Silahkan tanyakan ke provinsi,” imbuhnya.
Selama ini kata Gatot, pihaknya sudah melakukan himbauan kepada seluruh pemilik angkot untuk tidak menyalahi kewenangan izin dan juga mengawasi sopir yang menggunakan angkotnya. “Ini pulang ke pemilik, kalau ada angkotnya yang jalan di luar trayek harusnya ada pengawasan,” singkatnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten M Husni ketika dihubungi tidak dapat menerima panggilan wartawan. Sebab, nomor telepon ganggamnya selalu dialihkan. Namun, untuk nomor yang dialihkan juga tidak dapat menerima pangilan. (pane/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.