SPBU Self Service Menjamur

KELAPA DUA,SNOLMembeli bensin dengan diberikan kode pin? Cara seperti inilah yang tengah digandrungi para pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sejumlah daerah elit Tangerang.
Terbukti, kini ada tiga titik SPBU dengan sistem struk pin dan pengisian sendiri (self service) yang ada di Kabupaten dan Tangerang Selatan. Pendahulu ada SPBU self service 34-15815 da SPBU 34-15814, dan terbaru SPBU 34-15319 Alam Sutera Boulevard Tangsel.
Menurut Randy, salah seorang petugas SPBU self service 34-15815 Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang, dengan metode pengisian sendiri oleh para konsumer, bisa memberikan kemandirian dan hemat waktu. Terbukti sudah semester pertama beroperasinya, baik pengendara motor ataupun mobil tidak merasa keberatan atau mengajukan komplen ke pihak managemen.
“Seiringnya waktu, para pengendara belajar dan mampu mengoperasikan sendiri mesin pengisin BBM yg kami sediakan,” ujar Randy. Selain itu, menurut Tri Eka salah seorang operator karcis PIN yang berada di SPBU 34-1514 Gading Serpong, cara self service bisa mengurangi antrian.
Walaupun baru diberlakukan selama satu bulan, cara self service ternyata dinilai ampuh mengatasi antrian dan juga kurangnya operator mesin. “Antriannya berkurang ya, ini juga mengatasi kekurangan operator mesin,” ungkap Eka.
Menurutnya, sebelum diberlakukan self service, operator hanya berjumlah dua sampai tiga orang saja untuk lebih dari lima mesin yang diaktifkan. Dengan cara seperti ini, hanya butuh satu orang, sisanya operator lain melayani mesin pengisian BBM khusus mobil yang masih menggunakan tenaga operator.
Walaupun sudah canggih, masih ada saja pengendara yang tidak bisa mengisi BBM sendiri. Seperti yang dilakukan Rendi kemarin (7/8), dia baru pertama kali melakukan isi sendiri, bukan nomor PIN yang tertera pada struk pembelian, tapi Rendi memasukan nomor asal pada layar sentuh di mesin pengisian BBM.
Sedangkan struk yang dikiranya bukti pembayaran, malah ditaruhnya di saku kemeja yang dikenakannya. “Saya pikir hanya bukti transaksi saja, jadi repot begini ya,” keluhnya seraya memasukan selang berwarna kuning kedalam tangki motor matic nya.
Hal tersebut ternyata dinilai biasa oleh Direktkur Pemasaran dan Niaga Pertamina Djaelani. “Butuh kebiasaan untuk jadi bisa, ini akan berguna agar mengurangi losses,” katanya.
Losses adalah kerugian yang dialami pengelola SPBU karena berkurangnya jumlah bahan bakar dari yang seharusnya karena menguap atau karena ulah nakal oknum SPBU serta pembeli. Sehingga, lanjut Djaelani, akan ada transaksi transparan pada setiap SPBU self service yang beroperasi. (pramita/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.