Ditumpangi Siswa, Truk Terbakar

TANGERANG, SNOL Niat baik tak selamanya berujung baik. Hal ini harus jadi pelajaran bagi para sopir truk yang melintas di wilayah Karawaci dan Kota Tangerang. Kalau tidak, nasib apes yang dirasakan Dadang (23), bisa jadi akan menimpa.
Informasi yang diterima wartawan, Dadang harus menanggung kerugian hingga Rp 10 juta lantaran truk yang dikendarainya terbakar di Jalan Raya Merdeka, Karawaci, usai memberikan tumpangan kepada sejumlah siswa yang baru saja pulang sekolah, Sabtu (1/9) lalu.
Peristiwa terbakarnya truk milik Dadang bermula saat dirinya akan mengantarkan barang kirimannya ke daerah Jakarta . Namun, sesampainya di salah satu perempatan, segerombolan siswa yang baru saja pulang sekolah memberhentikannya.  Dadang yang berniat baik pun akhirnya memberikan para siswa ini tumpangan sampai di depan salah satu toko swalayan kawasan Jatiuwung. Naas, saat truk sampai di bilangan di Jalan Merdeka, Karawaci, seseorang warga setempat memberi tahu dengan berteriak bahwa bak truknya kebakaran. “Saya lihat truk terbakar di bagian belakang,” ucap Dani, saksi mata kejadian.
Melihat hal tersebut, Dadang panik, dan menghentikan kendaraannya. Beruntung, dengan bantuan dua mobil pemadam kebakaran dan warga yang menyaksikan kejadian tersebut, akhirnya truk dapat dipadamkan. Hanya saja, api sudah sempat membakar bak truk dan muatannya berupa 118 ikat kardus. Sehingga, mengakibatkan kerugian material sekitar Rp 10 juta.
Dadang yang masih dalam keadaan syok mengatakan, semula dirinya berpikir, siswa ini sudah biasa mengompreng truk yang melintas di jalan tersebut. Dia sempat melihat beberapa siswa sambil merokok naik ke dalam truk. “Niat saya baik, tapi ujungnya begini. Dugaan saya, karena puntung rokok yang dibuang siswa saat mengompreng,” jelasnya.
Kapolsek Jatiuwung Kompol Prio membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, meskipun tidak ada korban jiwa, baiknya kegiatan memberikan omprengan ini distop oleh para sopir truk dan pick up. Sebab, selain membahayakan, hal ini bisa saja berdampak negatif seperti yang dialami korban. “Kalau bisa jangan memberikan omprengan lagi. Siapapun sopir truknya,” imbaunya.(pane/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.