Status GAK Tak Membayakan

SERANG,SNOL Wakil Gubernur Banten, Rano Karno mengatakan, meski status gunung anak krakatau (GAK) level II atau setatus siaga, namun kondisi tersebut tidak membayakan warga.” Aktivitas GAK masih aman,” kata Rano didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Suyadi di sela-sela melakukan kunjungan ke  Pos Pengamatan Gunung Api GAK di Desa Pasauran Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang, Selasa (4/9).
Dalam kunjungan tersebut, pihak pos pengamatan GAK memberikan laporannya kepada Rano terkait aktifitas GAK yang mulai terpantau sejak hari minggu (02/09) yang lalu. Dari informasi yang diterima Rano menghimbau kepada masyarakat banten khususnya mereka yang tinggal  di sekitar pesisir pantai untuk tidak panik, mengingat status GAK yang masih relative aman.
”Tapi warga banten untuk tetap mewaspadai berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Waspada bukan berarti hati-hati, tapi juga bukan berarti melepaskan tanggung jawab kita dengan apa yang terjadi. Saya yakin warga banten sekitar sudah sangat paham dengan karakter itu jadi tidak perlu kita takutkan, tapi harus tetap diwaspadai” ujarnya.
Kepala Pos Pemantau GAK, Anton S Pambudi mengatakan, data aktivitas GAK pada Senin (3/9) hingga Selasa (4/9) pukul 13.00 WIB, tercatat dua kali gempa vulkanik dalam (VA) dan gempa tremor secara terus menerus. “Gempa tremornya terjadi secara terus menerus,” kata Anton S Pambudi.
Menurut Anton, titik letusan yang mengeluarkan lava pijar yang terjadi saat ini, berada di puncak gunung. Sehingga titik letusan gunung ini berbeda dengan titik letusan yang terjadi pada 2007  dan 2010 lalu yaitu berada dibagian Selatan Puncak Gunung. “Letusannya tepat berada di kawah induk puncak gunung, namun diameter lebar kawah induk itu tidak diketahui,” ujarnya.
Sedangkan titik letusan yang terjadi di 2007 dan 2010 lalu, kondisinya saat ini tidak lagi mengeluarkan letusan. Karena, kondisi dua lubang kawah yang terbentuk itu  telah tertutup bebatuan akibat letusan dari kawah induk. ”Untuk status GAK saat ini masih tetap pada level II atau waspada, rekomendasi yang kami sarankan warga untuk tidak mendekat pada radius satu kilo meter,” ucapnya. (eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.