Atlet Banten Keluhkan Makanan

PON RIAU, SNOL Belum juga bertanding, masalah sudah dihadapi para atlet Banten. Sejumlah atlet mengeluhkan menu makanan yang disediakan panitia Riau, pada saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII, Riau. Makanan yang diberikan dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan atlet.
Seperti yang dialami para atlet tenis lapangan. Pelatih Tenis Lapangan Banten Anto Suwanto mengatakan, menu makanan saat tiba di Pekanbaru sangat buruk. Contohnya, pada Rabu (5/9) malam, menu yang diberikan penuh dengan sambal. Begitupun pada sarapan pagi, kemarin (6/9) yang menunya opor ayam yang banyak mengandung banyak santan.
Bagi atlet, menu seperti itu tidak diperbolehkan menjelang pertandingan. Apalagi, cuaca di Riau yang mencapai 39 derajat. Yang ada, atlet bisa sakit. Buktinya, ia membeberkan, Ajeng Aquina, langsung terkena radang tenggorakan. Penyakit tersebut, bisa menyebabkan sakit panas dan demam. “Bila demikian, atlet kita tidak bisa bertanding. Makanya saya harap menunya harus diganti,” keluh Anto, Kamis (6/9).
Untuk itu, Anto akan segera melaporkan kepada pihak KONI Banten agar segera menegur panitia. Kini, untuk tetap menjaga menu makanan atlet, pria berkumis tersebut, memilih untuk membeli makanan di luar sesuai dengan kebutuhan atlet.
Ketua tim dokter KONI Banten Yulia Martadillah menyampaikan, masalah catering, itu seluruhnya wewenang PB PON XVIII. KONI Banten tidak punya wewenang apapun. Jadi, untuk menghindari atlet sakit, hanya bisa memberikan saran.
Bagi atlet yang masih dua atau tiga hari bertandingnya, diperbolehkan memakan semua menu yang disediakan. Namun, bila hari pertandingan, lebih baik menghindari mengkonsumsi makanan yang merangsang pencernaan seperti makanan bersantan dan pedas. “Atau, ya lebih baik mengganti menu lainnya. Soalnya, pertandingan hanya tinggal hitungan hari,” kata Yuli.
Tidak hanya soal makanan, persiapan PB PON juga dipertanyakan. Terutama masalah venue pertandingan. Pantauan Satelit News, pembangunan venue belum rampung. Contohnya di Sport Centre, Stadion Rumbai. Untuk pintu masuk pertandingan saja, belum kelar.
Lalu, saat memasuki venue kolam renang, sarana pendukung seperti parkiran belum tergarap. Yang terparah, air kolam renang juga berwarna gelap sehingga tidak terlihat dasar dan dinding kolam.
Menanggapi hal ini, Ketua Umum KONI Banten Ady Surya Dharma enggan berbicara banyak. Ia percaya bahwa PB PON Riau, bisa mengatasi permasalahan tersebut sebelum pembukaan dimulai. “Yang jelas, nama daerah mereka dipertaruhkan di mata seluruh masyarakat Indonesia, bila sampai gagal,” tandas Ady. (gatot/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.