Atlet Penderita Jantung Boleh Tanding

PON RIAU, SNOL Kabar gembira datang bagi kontingen Banten. Lima atlet yang didiagnosa menderita penyakit jantung telah mendapatkan rekomendasi untuk mengikuti pertandingan. Dari pemeriksaan tim dokter spesialis jantung, lima atlet Banten, masih termasuk kategori normal.
Pada PON XVIII, KONI Banten memang terancam kehilangan lima atlet yang berasal dari cabang olahraga (cabor), softball, bowling, pencak silat, basket dan menembak. Penyakit yang diderita kelima atlet tersebut, terkuak saat KONI Banten melakukan tes medical cek-up, pada Juli lalu. “Tapi, kini semuanya sudah normal. Saya sangat bersyukur kita bisa berangkat full tim,” papar Ketua Tim Dokter KONI Banten Yulia Martadillah, Rabu (5/9).
Yuli juga menyampaikan, perkembangan atlet yang menderita gangguan saluran pencernaan karena kurang minum air putih, sudah membaik. Begitupun dengan atlet yang over dan under weight. Pokoknya, ia jamin kondisi atlet 100 persen dalam keadaan fit.
Hanya saja, ia sedikit mengkhawatirkan, kondisi di Pekanbaru, Riau. Di sana, cuacanya sangat buruk. Berkabut dan berasap. Ini bisa mengganggu kondisi atlet. Untuk menanggulanginya, ia mengaku telah menyiapkan masker khusus.
Lalu, lanjut Yuli, ia akan memberikan vitamin untuk menambah stamina kepada seluruh atlet, agar kondisi mereka tetap prima. Ia tidak ingin, saat akan berlaga, atlet tidak dalam kondisi prima. “Bila demikian, prestasi maksimal tidak bisa kita dapatkan nantinya,” ucapnya.
Konsultan olahraga KONI Banten Paulus menyambut baik atas rekomendasi yang diberikan peda atlet Banten, yang menderita sakit jantung. Soalnya, khusus untuk cabor pencak silat, ia memiliki kans untuk mendulang prestasi tertinggi. (gatot/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.