Hitung Kerugian Kasus KIR, Kejari Gandeng BPK

TIGARAKSA,SNOL Proses penanganan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat kir di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dengan tersangka Nurdin Marzuki, telah memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Tigaraksa kini tinggal menunggu hasil perhitungan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), untuk mengetahui berapa nilai kerugian negaranya.
Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Tigaraksa Erry Syarifah mengaku pihaknya telah memberikan berkas kepada BPK untuk mengetahui berapa jumlah kerugian negara akibat aksi korupsi di Dishub Kota Tangsel. “Mudah-mudahan pada akhir pekan ini hasilnya sudah bisa diumumkan,” ungkap Erry kepada wartawan, kemarin.
Mantan Kasi Pidsus di Kejari Rangkasbitung ini mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengembangkan dugaan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus ini.
“Beberapa nama tengah kami periksa namun kami harus mengumpulkan bukti lain terlebih dahulu hingga mengarah kepada penetapan tersangka baru,” tegasnya.
Sekedar diketahui, Nurdin Marzuki beserta sejumlah pejabat Dishubkominfo Kota Tangsel lainnya periode 2010-2011 diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri Tigaraksa, menyusul adanya dugaan korupsi pengadaan alat uji KIR yang didanai APBD Kota Tangsel 2010. Pejabat yang turut diperiksa, yakni Edy Wahyu (sekretaris dinas Kominfo), kepala bidang, kepala seski, hingga pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK). Kejari juga akan segera memeriksa pihak PT Mayindo, sebagai penyedia alat KIR tersebut.
Nurdin Marzuki ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut pada 8 Juni lalu. Namun Kejari tidak melakukan penahanan dengan alasan yang bersangkutan masih dinilai koopratif selama pemeriksaan. (hendra/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.