Mahasiswa Bentangkan Ratusan Meter Batik di Kampus

TANGERANG,SNOL Hari Batik Nasional dirayakan sejumlah warga di Tanah Air. Tak terkecuali di Tangerang. Warga memperingatinya dengan mengenakan batik. Bahkan tak hanya oleh para pekerja kantoran, sejumlah siswa juga mengenakan batik ke sekolah.
Selasa (2/10), masyarakat Indonesia merayakan Hari Batik Nasional yang telah memasuki tahun keempat, sejak UNESCO mengakui batik sebagai “Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non Bendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009, masyarakat Indonesia makin antusias mengenakan batik.

Dari pantauan Satelit News, sejumlah pegawai di perkantoran di Tangerang rata-rata mengenakan batik. Para pegawai di kantor pemerintahan daerah juga ramai-ramai mengenakan bati.

Tina Asmarawati, salah satu warga mengaku sangat cinta dengan warisan budaya asli Indonesia itu. “Saya pakai batik karena saya cinta batik. Sehari-hari saya juga pakai batik. Baju batik saya banyak juga di rumah, ada sekitar 20. Tadi anak juga di rumah sempet bilang kalau hari ini hari batik,” kata Tina yang juga akademisi di Universitas Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang ini.

Lain lagi yang dilakukan mahasiswa. Sambut Hari Batik, sejumlah mahasiswa UNIS Tangerang menggelar aksi tanda tangan dan pembentangan puluhan kain batik di kampus mereka Jalan Maulana Yusuf, Babakan, Kota Tangerang. Tidak hanya itu, aksi teatrikal dan pantomim pun digelar di pelataran gedung kampus yang ditata rapi menyerupai panggung. Kain putih sepanjang lima meter dibentangkan di tembok depan kampus, kedua ujung sisi kain dipasangkan sebuah patung berbaju dan bertopeng batik.

“Silahkan tanda tangan kak, mari kita dukung gerakan budaya batik di Hari Batik Nasional ini,” ajak seorang mahasiswi sambil menyodorkan sebuah spidol pada mahasiswa yang hendak masuk kampus tersebut. Ajakan tersebut pun langsung disambut baik siapapun yang lewat. Bahkan masyarakat umum yang tidak sengaja lewat pun, mampir untuk membubuhkan tanda tangannya.

Tidak sampai di depan kampus saja, ketika mengarah ke aula baru, mahasiswa maupun dosen disuguhi pemandangan kain batik yang dibentangkan sepanjang seratus meter. “Kemarin sempat dibentangkan di tembok luar kampus, namun satu lembar kain hilang dicuri orang, ya sudah kita tarik ke dalam saja,” ujar Sukron Nur Arifin, Ketua UKM Seni dan Budaya UNIS, penyelenggara Gerakan Budaya Batik.

Selain pagelaran pantomim, di hari memperingati Batik Nasional tersebut ada pula pertunjukan lain yang disuguhkan UKM Seni dan Budaya itu. Seperti tarian tradisional dan modern, baca puisi dan cerpen, sehingga perayaan Hari Batik pun dilalui dengan istimewa.

“Enggak semua teman-teman kami atau mahasiswa mengetahui kalau 2 Oktober itu adalah Hari Batik Nasional. Dengan berbagai acara seperti ini, kami berharap mereka bisa mengetahui dan mencintai batik sebagai busana sehari-hari mereka,” ungkap Sukron. Pemerintah menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Sebagai salah satu warisan budaya dunia yang lahir dari Indonesia, batik harus dipertahankan salahsatunya dengan cara memakai busana batik di Hari Batik Nasional.

Pemilihan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional, mengingat pada tanggal itu Badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. UNESCO memasukkan batik dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia. Pengakuan terhadap batik merupakan pengakuan internasional terhadap mata budaya Indonesia.

Penetapan hari Batik Nasional juga dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya perlindungan dan pengembangan batik Indonesia. Batik sebagian besar diproduksi oleh industri kecil, sehingga dengan makin sering masyarakat memakai batik sama artinya menghidupkan usaha kecil menengah.(pramita/awal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.