Panwas Minta KPU Tegur Bakal Calon

TIGARAKSA,SNOL Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) Kabupaten Tangerang merekomendasikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangerang untuk menegur empat Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Tangerang. Rekomendasi tersebut terkait laporan tentang pemasangan  spanduk dan baliho di luar jadwal tahapan kampanye.
Laporan itu berasal dari Himpunan Mahasiswa Tangerang (Himata) Raya dan Lembaga Pemantau Independen Pemilukada Kabupaten Tangerang (Pipkat). “Kami telah mengeluarkan rekomendasi kepada KPU untuk memberi peringatan kepada parpol pendukung agar tidak memasang baliho atau spanduk di luar jadwal kampanye yang ditetapkan,” ujar  Ketua Divisi Tindak Lanjut Panwaslukada Kabupaten Tangerang Nurkhayat Santosa, Rabu (10/10).

Santos, demikian Nirkhayat disapa, mengatakan saat ini Panwaslu belum bisa bertindak mengingat keempat pasangan yang dilaporkan tersebut yakni Aden Abdul Khaliq-Suryana, Ahmed Zaki Iskandar-Hermansyah, Ahmad Subadri-M. Aufar Sadat dan Achmad Suwandi-Muklis belum resmi ditetapkan oleh KPU. “Status keempatnya masih bakal calon.  sehingga kami serahkan kepada KPU untuk penangannya,” jelasnya.

Namun begitu, jika dinilai secara etika mereka jelas melakukan pelanggaran karena tidak sabar berkampanye dengan tidak mematuhi jadwal tahapan. “Mereka hanya bisa diperingatkan secara etika saja, sebab statusnya masih bakal calon, jika mereka telah ditetapkan maka mau tidak mau mereka harus mengikuti aturan main, jika tidak kami akan tindak,” jelasnya.

Sebelumnya Himata Raya dan Pipkat melaporkan saat ini berbagai spanduk dan baliho dengan berbagai ukuran telah memenuhi seluruh jalan protokol yang ada di Kabupaten Tangerang hingga ke jalan lingkungan. Koordinator Pipkat  Suhalimi Ismedi mengatakan, walaupun pelanggaran yang dilakukan hanyalah berupa pelanggaran administratif  saja, namun tetap harus ditindaklanjutai untuk menciptakan pelaksanaan Pemilukada yang bersih.

“Kami merasa wajib melaporkan hal ini, sebab jika hal-hal kecil seperti ini saja tidak dipatuhi oleh bakal calon kami khawatir praktek kecurangan yang lebih besar bisa marak terjadi,” ujar Ismedi. (hendra/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.