Bocah 10 Tahun Disetrika Nenek

CIPUTAT TIMUR, SNOL Kekerasan terhadap anak kembali terjadi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Kali ini korbannya bernama Nabila, warga Jalan Masjid Darul Saadah, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur. Diduga bocah 10 tahun ini diseterika oleh nenek dan ibu tirinya hingga kulitnya mengelupas.
Prihatin dengan kondisi Nabila yang penuh luka di sekujur tubuhnya, puluhan ibu rumah tangga (IRT) yang tidak berkenan dengan tindakan orangtua dan nenek korban melakukan unjuk aksi pengusiran terhadap keluarga tiri korban.

Aksi itu dilakukan sedikitnya 80 orang IRT di halaman rumah korban, Rabu (17/10). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kekerasan yang dialami Nabila yang diduga dilakukan oleh keluarga tirinya sendiri. “Ibu-ibu ini melakukan aksi karena ikut prihatin dengan kekerasan yang menimpa korban,” ungkap Rosid Ketua RT setempat.

Lebih lanjut Rosid mengatakan, warga mulai mencurigai adanya kekerasan yang dilakukan keluraga korban saat dirinya dimintai tolong oleh guru Nabila agar mengantarkan surat. Saat datang ke rumah kontrakan orangtua korban, Rosid melihat kondisi Nabila yang banyak dipenuhi luka bekas codetan dan setrika di kaki kiri, kanan, hingga wajah. “Saat itulah kami yakin korban mendapat kekerasan dari keluarga tirinya ini,” imbuhnya.

Miris akan kejadian itu, Rosid kemudian melaporkan apa yang dilihatnya itu ke Polsek Ciputat. Namun karena berakhir dengan damai dengan alasan urusan keluarga, akhirnya masalah tersebut selesai begitu saja.

Namun, warga yang tidak tega melihat kondisi korban akhirnya berinisiatif melakukan aksi demo dan melaporkannya kejadian itu kepada aktifis perlindungan anak, Seto Mulyadi alias Kak Seto. “Kekerasan terhadap anak seperti ini tidak boleh dibiarkan. Kami akan teruskan kasus ini ke Polres Jakarta Selatan,” tegas Kak Seto yang hadir di lokasi kemarin (17/10).

Saat Kak Seto dan Satgas Perlindungan Anak menemui Munika (50 ), nenek korban. Awalnya Munika enggan mengakui tindak kekerasan tersebut. Setelah didesak dengan introgasi tertutup, nenek Nabila kemudian mau mengakui apa yang sesungguhnya terjadi. “Neneknya juga pernah mencubit korban,” jelas Kak Seto.

Namun mengenai luka setrika, terang Kak Seto, nenek korban masih mengelak dan belum mau mengakui apa yang sebenarnya terjadi. “Kalau luka setrika itu karena kejatuhan setrika bukan disengaja. Saya hanya pernah mencubit Nabila karena nakal, itupun sudah diberi salep, tapi bukannya sembuh malah semakin memar,” kata Munika, berkelit.

Sementara ibu tiri Nabila, Monica Prima Astuti mengaku anak tirinya itu anak yang bandel. Monica sering dipangggil ke sekolah karena ulah Nabila yang kerap berkelahi dengan temannya di sekolah. Dari pengakuan Monica juga, selama ini Nabila tinggal di kontrakan terpisah dengannya. “Dia selama ini tinggal dengan nenek tirinya,” ucapnya.

Di lokasi, 80 IRT masih berkumpul dan menggalang tanda tangan untuk surat pernyataan mengusir keluarga tiri korban dari kontrakan tersebut. Bahkan, para tetangga yang peduli dengan nasib korban tidak berkenan jika ada kekerasan terhadap anak di lingkungannya. “Kami masih ingin kasus ini tuntas, jangan sampai anak terus menerus menjadi korban,” ucap Astuti, salah seorang warga. (pane/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.