Kerap Bentrok, 2 Trayek Diancam Dicabut

BALARAJA,SNOL Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Tangerang mengancam akan mencabut izin trayek angkutan E10 dan E12.  Pasalnaya, kedua angkutan umum tersebut kerap terlibat bentrokan di kawasan Citra Raya Kecamatan Cikupa.
“Kami sudah memberikan teguran kepada angkutan E10 dan E12. Teguran ini diberikan terkait aksi pemblokiran akses jalan untuk trayek E12, oleh pengemudi angkutan E10 di gerbang Citra Raya, sehingga memicu bentrokan. Jika masih berlangsung kami akan memberikan sanksi tegas, bisa berupa pencabutan izin trayek keduabelah pihak,” kata Syafrudin, Kepala Dishubkominfo Kabupaten Tangerang, kepada Satelit News, Kamis (18/10).

Ia mengaku sudah memberikan penjelasan kepada pengemudi angkutan E10. Jika secara hukum aktifitas dan operasional E12 masih diperbolehkan melintasi Komplek Citra Raya, sambil menunggu putusan tunda dari PTUN. “Sambil menunggu putusan PTUN yang masih tertunda, kedua trayek tersebut masih bisa beroperasi seperti sebelumnya,” imbuh Syafrudin.

Sesuai kesepakatan sebelumnya, angkutan E12 hanya melintasi Komplek Citra Raya sebatas bunderan tiga. Yakni wilayah Citra Raya yang masuk wilayah Kecamatan Panongan. “Jika pengemudi angkutan E10 masih menghadang, kami akan tindak tegas,” tandasnya.

Bentuk tindakan tegas yang nantinya akan diberikan jika E10 masih melakukan pemblokiran terhadap E12, sambung Syafrudin, yakni sanksi secara hirarkis, mulai dari peneguran hingga pencabutan izin trayek. “Setiap penindakan yang dilakukan ada aturannya. Mulai dari peneguran 1 sampai 3 kali pembinaan, tapi tidak menutup kemungkinan bisa sampai pencabutan izin trayek,” ucapnya.

Mengenai proses putusan dari PTUN, pada hari Senin mendatang sudah akan kembali dilanjutkan di PTUN Serang. Pihaknya berharap masalah ini segera mendapat putusan dari PTUN.

Sebelumnya, puluhan sopir dan pemilik angkot E.10 jurusan Curug-Citra Raya-Tigaraksa-Serdang Asri dan Mekar Asri, memblokir akses jalan Citra Raya, Kecamatan Cikupa, Kamis (11/10). Mereka juga mensweeping angkot E.12 jurusan Curug-Citra Raya-Tigaraksa yang melintasi jalan masuk kawasan itu.

Salahsatu Sopir dan Operator angkutan Zamzani mengatakan, aksi ini merupakan tindakan spontanitas yang dilakukan para sopir karena angkot E.12 masih beroperasi. Padahal trayeknya sudah dibekukan melalui SK Bupati Tangerang dan Dishub. “Seharusnya dia berhenti beroperasi karena izinya belum jelas, meski SK Bupati masih diproses di PTUN,” keluhnya.

SK Bupati Tangerang No 551.2/Kep.318-Huk/2012 tertanggal 30 Juni 2012, tentang pembatalan SK Bupati No 551.2/Kep.230-Huk/2012 tertanggal 30 April 2012, tentang penetapan jaringan trayek dan jumlah mobil penumpang umum angkutan pedesaan Kabupaten Tangerang dilaporkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)-kan oleh pengurus E 12 karena dinilai membekukan trayek E 12 secara menyeluruh. Kini SK tersebut dalam proses persidangan di PTUN. Setelah dilaporkan oleh pengurus angkutan pedesaaan E 12. (aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.