Lagi, Aden Diminta Mundur

TANGERANG, SNOL Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Provinsi Banten Hikmat Tomet meminta Aden Abdul Khalik mundur dari anggota DPRD Provinsi Banten. Itu terkait langkah Ketua KNPI Banten tersebut maju dalam Pilbup Tangerang 2013-2018 melalui partai lain.
“Setiap kader Golkar yang maju melalui partai lain harus mundur dari kursi yang dudukinya di Partai Golkar, baik sebagai anggota DPRD maupun di kepengurusan Golkar,” ujar Hikmat saat dijumpai usai acara pengundian nomor urut pasangan Bupati dan Wakil Bupati  Tangerang 2013-2018 di Country Club Karawaci, Sabtu (20/10).

Kendati demikian, menurut Hikmat, dirinya tidak bisa menjatuhkan sanksi kepada Aden mengingat sanksi merupakan kewenangan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP)  Golkar. “Setelah penetapan dan pengambilan nomor urut ini, kepada Aden kami hanya bisa menyarankan dirinya untuk mundur. Untuk sanksinya sendiri akan dikeluarkan oleh DPP,” ujar Hikmat.

Sebelumnya, Aden Abdul Khalik sendiri memang mengaku tidak takut menerima konsekuensi harus melepaskan jabatannya sebagai anggota DPRD termasuk sekalipun kehilangan jabatan dalam struktur kepartaian. Sebab katanya, ia maju dalam Pilbup  Tangerang sudah melalui perhitungan matang untuk membela kepentingan masyarakat, bukan untuk mengedepankan kepentingan pribadi.

“Jika itu memang sudah aturan partai, maka enggak apa-apa. Tapi saya yakin Pak Ical juga sangat jeli menyikapinya,” jawab Aden.
Sementara Sekretaris Fraksi PPP Nazil Fikri mengatakan, dirinya yakin Aden Abdul Kholiq telah memikirkan matang-matang apa yang akan menjadi resikonya untuk bertarung dalam Pilkada ini. Menurut Nazil, kalaupun  Aden memang harus mundur dari Golkar dirinya sangat yakin bahwa akan banyak partai yang akan mau menampung Aden. “Aden salah satu kader terbaik yang ada di Provinisi Banten, dan saya yakin akan banyak partai yang siap menampungnya,” jelas Nazil.

Sebaimana diketahui, dua kader Partai Golkar maju dalam pemilihan Bupati/Wakil Bupati Tangerang. Golkar sendiri mengusung Ahmed Zaki Iskandar yang berpasangan dengan Hermansyah. Pasangan ini diusung tujuh partai, antara lain Partai Golkar (delapan kursi), Hanura (empat kursi), Gerindra (empat kursi), PKS (empat kursi), PKB (satu kursi), PBR (satu kursi), dan PBB (dua kursi).

Kader Golkar lainnya, Aden Abdul Khaliq berpasangan dengan Suryana, mantan birokrat senior dengan posisi terakhir sebagai Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang. Aden maju lewat PPP (empat kursi), PPNUI (satu kursi), PKPB (dua kursi), dan PDP (satu kursi).

Dalam pengundian nomor urut pasangan calon bupati-wakil bupati Tangerang, Sabtu (20/10) lalu, pasangan Zaki Iskandar-Hermansyah ditetapkan sebagai pasangan nomor urut 2, Ahmad Subadri-M Aufar Sadat Hutapea nomor urut 1, Aden Abdul Kholiq-Suryana nomor urut 3, dan pasangan Achmad Suwandi-Mukhlis nomor urut 4.

Zaki Iskandar bersyukur mendapatkan nomor urut 2 tersebut, sebab kata Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang ini, tidak perlu mengubah banyak dari lambang yang selama ini telah dibuatnya. “Selama ini huruf Z dijadikan logo kami. Dengan dapat nomor 2, tentunya tidak perlu banyak mengubah image di masyarakat, karena nyaris sama,” kata Zaki.(hendra/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.