201 Napi di Banten Dapat Remisi, Natal di Tangerang Aman

SERANG, SN—Sebanyak 201 narapidana yang tersebar di sejumlah rumah tahanan dan Lembaga Pemasyaraktan (LP) di wilayah hukum Banten mendapat remisi pada Hari Raya Natal 2012. Remisi tersebut diberikan ke sejumlah narapidana dengan kriteria khusus dan biasa, diantaranya adalah terpidana narkoba dan kasus korupsi.
Kepala Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Banten, Iman Sanotoso mengatakan, sebanyak 198 narapaidana yang memenuhi syarat dan ketentuan diberikan remisi atau pengurangan dengan klasifikasi pengurangan 15 hari sampai dua bulan, sedangkan remisi langsung bebas sebanyak tiga orang. Pemberian remisi dilakukan di masing-masing unit pelaksana teknis (UPT), baik rutan maupun lembaga pemasyarakatan pada 25 Desember 2012. “Pemberian remisi ini  khusus satu bulan sesuai dengan PP Nomor 28 Tahun 2006,” ujar Iman Santoso kemarin (25/12).
Menurut Imam, pemberian remisi kepada para narapidana itu, karena yang bersangkutan berdasarkan penilaian petugas lembaga pemasyarakatan telah menjalani hukuman, dan mengikuti pembinaan dengan baik. Berdasarkan hasil penilaian tersebut kemudian diajukan permohonan kepada Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum dan HAM di Jakarta, karena untuk narapidana kasus korupsi dan narkoba remisinya ditetapkan oleh pejabat pusat.
Berdasarkan data di Kemenkum dan HAM Banten, pemberian remisi bagi napi di LP Kelas 1 Tangerang sebanyak 69 orang, LP Pemuda Tangerang 76 orang, LP Wanita Tangerang 25 orang, LP Anak Pria Tangerang 7 orang, LP Anak Wanita Tangerang 2 orang, LP Kelas IIA Serang 3 orang, Rutan Kelas 1 Tangerang 14 orang, Rutan Serang 4 orang, Rutang Rangkasbitung 1 orang, sedangkan Rutan Pandeglang tidak ada.
Sedangkan berdasarkan jenis kasusnya terdapat napi yang dapat remisi antara lain kasus narkoba 145 orang, korupsi 1 orang, terorisme 1 orang, sisanya kejahatan lain-lain. Ada juga remisi diberikan kepada 4 warga negara asing (WNA). Namun, Iman tidak mengungkapkan terpidana korupsi yang mendapatkan remisi tersebut.
“Kami tak membedakan napi. Semuanya bila sudah berhak mendapatkan remisi pasti kami berikan, karena itu hak semua napi. Untuk remisi Natal ini diberikan kepada napi non muslim. Sedangkan remisi bagi orang muslim diberikan saat Idul Fitri,” ungkapnya.
Jumlah napi dan tahanan di Banten sendiri mencapai 6.541 orang, yang terdiri dari napi 4.538 orang dan tahanan 2.003 orang. Dengan melihat jumlah tersebut, ruang tahanan sudah over kapasitas. “Solusinya harus membangun lembaga pemasyarakatan yang baru,” tukasnya.

Langsung Bebas
Dua narapidana LP Dewasa Tangerang mendapat remisi langsung bebas pada pemberitan remisi Hari Raya Natal Tahun ini. “Dua orang tahanan mendapat remisi khusus II. Itu artinya mereka langsung bebas,” ungkap Kepala Lapas Pria Dewasa Suprijadi, kemarin (25/12).
Pria yang kini menunggu pemindahan tugas di Jambi itu menjelaskan, selain dua orang napi bebas, ada 67 orang napi PP 28 atau tindak pidana karena narkoba atau korupsi atau teroris yang juga memperoleh remisi. Sedangkan  sisanya 17 napi non PP 28, turut dihadiahi remisi Hari Natal. Sehingga total keseluruhan ada 86 orang penghuni lapas pria dewasa yang memperoleh remisi di Natal tahun ini.
Lapas Anak Pria memberikan remisi kepada tujuh penghuni lapasnya. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. “Ya menurun, tahun sebelumnya saat perayaan Natal kami memberikan remisi kepada sekitar 17 anak. Tapi tahun ini dari 12 anak beragama nasrani, kami hanya ajukan 7 nama saja,” kata Heri Adim, Kepala Sub Registrasi Lapas Anak Pria.

Natal di Tangerang Amal
Polres Metro Tangerang Kota serius melakukan  pengamanan perayaan Natal 2012. H-1 hingga pagi hari sebelum ibadah puncak, puluhan pasukan kepolisian melakukan penyisiran di setiap sudut Gereja menggunakan alat metal detector.
Seperti yang terlihat di Gereja Pantekosta Karawaci Kota Tangerang, di gereja terbesar ini, para petugas mulai menyisir seluruh arel Gereja. Mulai dari taman, halaman, semak pohon, hingga ruang yang akan digunakan untuk peribadatan.
Wakapolres Metro Tangerang Kota, AKBP Hudit Wahyudi memimpin langsung aksi penyisiran tersebut. “Sisir semua tempat. Mulai dari taman, pohon, semak-semak, halaman, lahan parkir, baru masuk kedalam,” ujar Hudit memberikan arahan kepada puluhan anggota polisi, pada H-1 sebelum Natal (24/12).
Kapolres Metro Tangerang, Kombes Wahyu Widada mengatakan, ada 125 gereja yang mendapat pengamanan selama perayaan Natal tahun ini. “Jumlah anggota kami yang mengamankannya dibedakan berdasarkan besarnya jemaat yang menghadiri gereja tersebut. Namun tetap pengamanan sebelum tanggal 25 Desember, kami lakukan sama,” ungkap Wahyu.
Untuk diketahui, jumlah polisi yang diterjunkan saat perayaan natal dan tahun baru mencapai 2/3 dari jumlah personil kepolisian yang sebanyak 2200 orang. (bagas/pramita/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.