Walikota Airin Kesal Minimarket Bandel

SETU,SNOL Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany gerah dengan tidak dianggapnya kebijakan moratorium izin pendirian minimarket baru di Tangsel. Dia meminta langsung Satpol PP, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) segera bertindak.
“Inilah masalahnya, coba kirimkan kepada saya alamat minimarket yang baru berdiri dan baru beroperasi tersebut. Saya juga heran, sudah ada moratorium masih ada saja yang berdiri,” kata Airin dengan nada kesal saat ditanya sejumlah wartawan soal masih maraknya minimaret baru yang berdiri, akhir Desember lalu.
Airin menegaskan, pihaknya pun akan memerintahkan langsung Satpol PP, Disperindag, dan BP2T untuk turun langsung dan menindak minimarket tersebut. “Nanti saya perintahkan Satpol PP, Indag (Disperindag) dan BP2T menindak. Sebab, yang tidak berizin harusnya ditertibkan dan tidak boleh beroprasi,” tandasnya.
Airin menengarai, banyak pengelola minimarket yang salah kaprah soal izin operasional minimarket. Sebab, seringkali ia mendapati, banyak minimarket yang baru dapat izin lokasi dari kelurahan menganggap sudah ada izin operasional.
“Kalau hanya ada surat keterangan domisili namun tidak ada izin IMB atau UITM (Izin Usaha Toko Modern), langsung saja ditindak,” pungkasanya.
Kepala Satpol PP Kota Tangsel Sukanta menyatakan, pihaknya siap menindak minimarket yang tidak berizin dan baru berdiri pasca diterapkan kebijakan moratrium.
“Selama itu perintah atasan akan kami laksanakan, kami akan melakukan tindakan minimarket yang jelas-jelas tidak berizin, nanti datanya akan kami koordinasikan dengan Disperindag dan BP2T,” singkatnya.
Kepala BP2T Tangsel Dadang Sofyan juga dengan tegas bahwa minimaret baru yang berdiri itu dipastikan tidak ada izin. Sebab, sampai saat ini pihaknya tidak pernah mengeluarkan satu surat izin pun kepada pengelola minimarket.
“Tidak pernah ada IUTM yang kami keluarkan. Pasti minimarket itu tidak ada izinnya nanti kami rapatkan ini bersama Satpol PP,” tegas Dadang. Kepala Disperindag Tangsel Muhammad menyatakan bahwa minimarket yang baru buka tersebut tidak mengeluarkan rekomendasi operasionalnya.
“Kami tetap tidak keluarkan rekomendasi, harusnya tidak ada minimarket baru yang dibuka. Kerena kalau tidak ada rekomendasi pasti tidak ada izin,” elaknya. Melihat fakta itu, pihaknya pun akan berinisiatif akan koordinasi dengan BP2T dan Satpol PP setempat untuk melakukan minimarket tanpa izin itu.
“Saya juga heran. Harusnya yang tidak berizin sama statusnya, harus ditertibkan, nanti kami rapatkan soal ini dengan dinas terkait (BP2T dan Satpol PP),” imbuhnya. (pane/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.