FPI Ancam Gempur Warem di Tangsel

SERPONG,SNOL Front Pembela Islam (FPI) Serpong geram atas lambannya tindakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel menertibkan warung remang-remang (Warem) yang menjamur di kawasan Serpong dan Serpong Utara. Mereka mengancam akan menggempur warem tersebut bersama warga.
Ketua FPI Distrik Serpong Alfakir Dony menyatakan, musyawarah terakhir dengan warga, pihaknya sudah bulat untuk terus melakukan pemberantasan aksi esek-esek yang terjadi di kawasannya.
“Kami sudah tembuskan surat ke MUI, Satpol PP, Camat serta Lurah untuk melakukan pemberangusan warem di wilayah kami,” tegasnya kepada wartawan, Minggu (6/1). Meskipun begitu, pihaknya tetap akan menunggu sikap pemerintah dan lembaga terkait sebelum melakukan aksi penutupan dan pemberangusan warem atau tempat kemaksiatan lainnya di Serpong.
“Jika dalam waktu dekat ini tidak ada tindakan maka kami bersama warga yang turun sendiri. Terus terang, warga pun gerah,” ucapnya.
Sepengetahuannya, warga di Serpong, Pondok Aren, dan bahkan Setu, sudah menyampaikan keresahan akan maraknya lokasi esek-esek di seantero Tangsel kepada Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany sebelum tahun berganti lalu. Walikota Airin sendiri menyatakan akan menertibkannya.
“Warga sudah meminta langsung kepada Walikota saat Safari Pembangunan agar tempat esek-esek ditutup, kenapa belum ada tindakan? Harusnya Walikota bisa melihat keluhan ini sudah mengarah pada keresahan, terlebih ini kota religius sesuai mottonya,” tandasnya.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tangsel menyatakan dukungannya atas sikap FPI yang akan melakukan penutupan paksa atas maraknya tempat esek-esek di Tangsel. “MUI akan mendukung langkah itu selama sesuai prosedur, tidak anarkis, tidak merusak dan tujuannnya murni guna menangkal kemaksiatan,” tegas Abdul Rozak, Sekretaris MUI Tangsel.
MUI Tangsel menyarankan sesegera mungkin agar pemerintah daerah setempat merespon sikap warga yang sudah bergerak sendiri dalam melakukan penangkalan kemaksiatan di daerahnya. “Alangkah lebih baiknya juga, penutupan dilakukan pemerintah langsung bersama aparatur berwenang, agar anarkisme tidak terjadi,” imbaunya.
Sebelumnya, FPI bersama warga Ciater, Kecamatan Serpong mesweeping Kafe Onggi di Jalan Persatuan RT 08/02 Kampung Maruga, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, yang dituding telah menjalankan praktek prostitusi dan menjual minuman keras, Kamis (3/1).
FPI dan warga mendapati bahwa kafe tersebut tidak hanya menyediakan fasilitas life music, namun juga beberapa ruang kamar tidur. Dalam setiap kamar tidur ditemukan botol minuman keras, alat kontrasepsi dan obat kuat. Termasuk kamar mandi, disetiap ruangan. Dugaan warga, tiga kamar tidur tersebut dijadikan ajang praktek prostitusi. (pane/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.