Kontraktor 8 Sekolah di Tangsel Didenda

SERPONG,SNOL Sorotan DPRD terhadap keterlambatan penyelesaian proyek pembangunan 8 SD mendapatkan tanggapan Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan. Dindik akan memberikan denda berupa pemangkasan uang pembayaran proyek kepada para kontraktor penggarap proyek APBD tahun 2012 tersebut.
“Kami sudah panggil kontraktor yang belum menyelesaikan pembangunan 8 sekolah tersebut. Harusnya mereka selesai membangunnya pada 20 Desember lalu. Dan kami sudah berikan tenggat waktu selama 50 hari dari batas akhir pengerjaan,” jelas Mathodah, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Tangsel, Selasa (8/1).
Para kontraktor beralasan musim hujan telah menghambat penyelesaian proyek tepat waktu. “Kami tidak mendengarkan alasan mereka, sebab sesuai kontrak semua harus selesai tepat waktu. Kalau selama masa tenggat yang kami berikan tidak juga diselesaikan, kontraktornya kami coret,” tegasnya.
Saat ini hingga habis masa denda selama 50 hari kerja kedepan, para kontraktor tersebut terus dikenakan denda yang harus dibayarkan setiap hari. Dimana dendanya sebesar Rp1/1000 milimeter dari nilai kontrak. “Setiap hari mereka harus bayar denda ke Pemerintah, atau nanti bisa dipangkas langsung dari pembayaran yang harusnya mereka terima,” tandasnya.
Soal nama-nama kontraktor yang lamban mengerjakan proyek, Mathodah mengaku tidak hapal. “Intinya, sanksi sudah dijalankan. Tapi, saya tidak hapal nama-nama kontraktornya,” elak dia.
Pantauan Satelit News, lantaran lambannya pengerjaan proyek pembangunan sekolah tersebut, salah satunya di SDN Buaran 1 dan 4, yang kini masih tahap pemasangan lantai, ratusan siswa sekolah tersebut masih menumpang belajar di SD Waskito. “Iya masih numpang, kapan selesainya sih?,” tanya Masyitoh, salah satu wali siswa SDN Buaran 1.
Sebelumnya, Komisi II DPRD Tangsel menyoroti keterlambatan pembangunan 8 sekolah dasar yang harusnya kelar Desember 2012 silam. Ketua Komisi II DPRD Tangsel, Siti Khadijah meminta Dindik mampu memberi tekanan kepada kontraktor untuk segera menyelesaikan rehab bangunan sekolah, paling lambat Februari mendatang. (pane/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.