Perekonomian Lumpuh hingga Aat Batal Disidang

Meluapnya sungai Ciujung yang merendam jalur tol Tangerang-Merak di KM 57-59 membawa dampak luar biasa. Lalu lintas ekonomi lumpuh total akibat kemacetan yang terjadi di mana-mana. Bahkan sidang kasus korupsi terpaksa ditunda lantaran jaksa terjebak banjir.

FUADUDDIN BAGAS, Serang
Suasana Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Serang kemarin pagi tampak dijaga sejumlah aparat keamanan. Ya, Kamis (10/1), lembaga hukum yang mengadili kasus korupsi satu-satunya di Banten itu bersiap untuk menggelar sidang lanjutan dugaan korupsi pembangunan Dermaga Trestle Kubangsari senilai Rp 49 miliar dengan terdakwa mantan Walikota Cilegon Tb Aat Syafaat.
Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi fakta dan saksi ahli itu rencananya digelar pada pukul 09.00 WIB. Namun,
hingga tiga jam lebih berlalu, sidang belum juga digelar. Usut punya usut, ternyata sidang dibatalkan lantaran jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terjebak macet di KM 57 tol Tangerang-Merak. Sidang akhirnya ditunda hingga pekan depan.
“Iya kami tadi terlambat. Harusnya sidang digelar jam 09.00, namun karena jalur tol terputus kami datang sekitar pukul 13.30, dan sidang sudah tidak memungukinkan digelar,” ujar Jaksa Penuntut KPK, Elly Kusumastuty kepada Satelit News di ruang sidang kemarin.
Menurut Ely, pihaknya tidak mengetahui kondisi jalur tol yang terputus akibat banjir di daerah Ciujung, sehingga pihaknya tidak memilih jalur alternatif. Namun setelah sampai di lokasi banjir, kendaraan yang digunakannya tidak bisa melintasi jalur tersebut dan disuruh menggunakan jalur alternatif, yakni arah Kronjo menuju Tirtyasa. “Kita tahu perjalanan akan terhambat, namun kami sudah berupaya dengan mencari jalur alternatif masuk Tirtayasa dan keluar di Ciruas, namun tetap saja tidak keburu karena jalur tersebut juga terjebak macet akibat banyaknya kendaraan yang menggunakan jalur itu,” ungkapnya.
Diterangkan Ely, agenda sidang kemarin dijadwalkan memeriksa empat orang saksi. Yakni saksi fakta dan saksi ahli. “Saksi ahli itu dari pihak LKPP, ahli teknik ITB, dan pihak pengelola keuangan daerah. Namun karena batal, ke empat saksi dijadwalkan pekan depan,” tukas Elly.
Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri (PN) Serang, Lutfi mengatakan, pembatalan sidang tersebut adalah karena waktu yang tidak memungkinkan akibat keterlambatan jaksa yang terjebak banjir. Namun menurutnya, penundaan tidak akan mengganggu tahapan persidangan, mengingat masih panjangnya waktu persidangan dengan terdakwa Aat Syafaat.
Pantauan Satelit News, meski batal digelar, pengamanan dari pihak kepolisian setempat tetap disiagakan seperti sidang-sidang sebelumnya, termasuk dua unit kendaraan water cannon.
Imbas banjir di ruas tol Tangerang-Merak juga dirasakan sejumlah sopir angkutan dan ekpedisi. Mereka rata-rata mengaku stres dengan kondisi ini lantaran harus menunggu hingga berjam-jam lamanya. Apalagi jalur alternatif juga kondisinya sama, yakni macet. “Iya mas, gak tau nih sampai kapan. Saya sudah lima jam kejebak macet,” ujar Supardi, salah seorang sopir ekspedisi yang akan menuju Sumatera.
Industri Merugi
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Kabupaten Serang, Mustofa mengatakan, banjir luapan Sungai Ciujung yang menggenangi ruas tol Jakarta-Merak mengganggu produksi industri-industri. “Gangguan yang jelas terasa, karyawan terlambat bahkan ada yang tidak dapat masuk kerja karena adanya banjir,” kata Mustofa, seperti dikutip kompas.com, Kamis (10/1).
Penuturan Mustofa, ada lebih dari sepuluh pabrik di kawasan sekitar Ciujung yang terkena dampak banjir. Pabrik yang terganggu tersebut antara lain tekstil dan sepatu yang merupakan industri padat karya.
Mustofa mengatakan, selain menghambat kelancaran keberangkatan karyawan sehingga mengganggu produksi pabrik, banjir juga menyulitkan pabrik mengirim barang ke pelanggan atau pemesan. “Padahal pengiriman barang ke pelanggan sudah ada kontraknya, sehingga kalau terlambat bisa kena penalti. Sehingga kami berharap banjir di tol cepat surut supaya distribusi kembali lancar,” katanya.
Sementara itu Humas Kamar Dagang dan Industri Banten, Khotib Mansyur menuturkan, banjir di tol Jakarta-Merak juga menghambat pengiriman barang berupa baja maupun produk petrokimia dari Cilegon, terutama untuk pengiriman menggunakan truk trailer maupun truk tanki ke pemesan di sekitar Jakarta.
Adapun pengiriman barang seperti bahan kebutuhan pokok dari arah Jakarta menuju Merak dapat melewati jalur alternatif di pantai utara, yakni lewat Tangerang, Mauk, Tanara, Tirtayasa terus ke Serang dan Cilegon, kata Khotib. Sedangkan pengiriman barang dari arah Bogor, kata Khotib, dapat melewati jalur alternatif melalui Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Baik Mustofa maupun Khotib belum dapat memberi taksiran kerugian yang diderita dunia usaha akibat banjir yang melanda tol Jakarta-Merak karena mereka belum mendapat laporan kalkulasi kerugian dari tiap perusahaan. (kcm/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.