Peserta LPI Banten Diminta Rp5 Juta

TANGERANG,SNol Setelah mengalami beberapa perubahan jadwal, Liga Pelajar Indonesia (LPI) khusus SMA tingkat Provinsi Banten dipastikan bergulir di Lapangan Arhanudri, Pondok Jagung Serpong Utara Kota Tangerang Selatan, 14-17 Januari 2013. Setiap peserta diminta mengeluarkan uang sebesar Rp5 juta untuk tampil pada kejuaraan yang memperebutkan Piala Presiden.
Dana Rp 5 juta per peserta digunakan untuk membiayai operasional kegiatan pada kejuaraan yang semestinya merupakan kewenangan Dinas Pendidikan serta Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Banten tersebut. Malah sebelumnya, peserta diminta urunan sebesar Rp 6 juta jika pelaksanaannya di Stadion Badak Pandeglang. Namun setelah Pandeglang mundur sebagai tuan rumah dan Kota Tangerang Selatan siap menjadi tuan rumah dan mengurangi jumlah urunan dari peserta.
“Iuran ini juga membuat jumlah peserta berkurang, sebelumnya peserta kompetisi jumlahnya 5 tapi karena diminta iuran Rp 6 juta, wakil Kota Cilegon mundur,” jelas Dudung Hermawan, pelatih SMA PGRI 109 kesebelasan wakil Kota Tangerang di LPI. Peserta sendiri mengaku pasrah dan dapat mengerti kebijakan ini, walau berharap iuran ini bisa dikurangi bahkan dihapus. Harapan itu juga dikemukakan Zulhandikar Batubara, pelatih tim SMA Islamic Village, Kabupaten Tangerang karena itu membantu mengurangi pengeluaran tim.
“Karena kami juga bertanding di Arhanudri harus melakukan pemusatan latihan dan itu butuh dana untuk penginapan. Tapi secara umum kami siap menjadi peserta meski harus membayar untuk urunan sebagai wadah pembinaan pemain yang telah kami lakukan,” terang pria yang akrab disapa Zul itu.
Ditambahkan oleh Dudung, semestinya kejuaraan ini mendapat perhatiaan dari pemarintah provinsi Banten, karena Provinsi Banten telah dikenal secara nasional lewat prestasi sepakbola pelajar. Ini diawali dari pelaksanaan LPI tahun 2009 dimana SMA Darusallam Kota Tangsel meraih Piala Presiden. Dilanjutkan ditahun 2010 dimana SMA PGRI 109 tampil sebagai runner-up tingkat SMA dan terakhir ditahun 2012 SMPN 16 Kota Tangerang keluar sebagai runner-up LPI tingkat SMP.
Sementara H Hamzah, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan LPI tingkat Banten, menyatakan dimintainya peserta urunan uang, karena sejauh ini dana yang dimiliki Pengprov PSSI Banten kosong. Itu terjadi karena pada akhir tahun 2012 lalu, Pengprov pimpinan H Satim Sofyan melangsungkan beberapa kegiatan yang menyedot pendanaan.
“Kita menggelar kursus pelatih dan wasit, sehingga saat ini kas PSSI tak cukup untuk menggelar kompetisi. Selain itu kompetisi LPI juga tak ada anggarannya lantaran sebenarnya kegiatan ini sumber pendanaan dari Dinas Pendidikan dan Dinas Pemuda dan Olahraga, kami hanya sebatas pelaksanaan,” jelas Hamzah. (gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.