Empat Pelajar SMP Terancam 15 Tahun

SERANG, SNOL Tim penyidik dari Sat Reskrim Polres Serang terus menyelidiki dugaan pencabulan yang dilakukan empat siswa SMP di Kecamatan Tunjungteja, Kabupaten Serang terhadap teman sekolahnya.

Keempat siswa tersebut, yakni EK (16), HL(15), HR (15), dan HD (15). Dari hasil penyelidikan terhadap empat dari tujuh siswa sudah mendekam di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Serang ini, diketahui mereka melakukan pencabulan terhadap Bunga (bukan nama sebenarnya) teman sekelasnya secara bergantian.

Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Fredya Triharbakti mengatakan, ke-empat tersangka itu dijerat dan diancam pidana dalam pasal 81 ayat (1) jo pasal 80 Undang-undang nomor 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak. ”Dengan ancaman hukuman minimal tiga tahun penjara, maksimal 15 tahun penjara,” kata AKP Fredya.

Saat ini polisi masih memburu seorang tersangka lain berinisial IM yang juga ikut melakukan pencabulan.”Anggota sudah diturunkan untuk menangkap satu orang lagi,” ujarnya. Hingga Minggu (3/3), IM masih belum tertangkap.”Belum mas, anggota masih cari keberadaannya,” tuturnya.

Fredya mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, keempat tersangka melakukan tindakan tak terpuji itu tidak direncanakan. ”Kita masih periksa, untuk soal apakah ada ancaman atau tidak masih didalami, yang jelas kita masih mencari pelaku lain,” imbuhnya.

Terkait adanya informasi guru yang terlibat dalam pencabulan tersebut, Fredya menepisnya.”Tidak ada, tidak ada oknum guru. Tidak ada juga dari salah seorang pelaku yang merupakan pacar korban. Kejadian ini juga tidak diawali pesta miras,” tegasnya.

Sebelumnya, keempat tersangka diamankan petugas UPPA Polres Serang karena diduga melakukan pemerkosaan terhadap siswi Bunga pada  20 Februari 2013.

Saat itu, Bunga diajak EK ke gubuk dekat sekolah. Meski awalnya menolak, Bunga akhirnya termakan bujuk rayu EK. Sesampainya di gubuk, tangannya dipegangi dua orang yang sudah berada di lokasi. Aksi bejad mereka pun dilakukan. Kasus itu kemudian dilaporkan pada pihak kepolisian pada 26 Februari 2013.(bagas/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.