Ketua DPR Minta Densus 88 Hapus Citra Musuhi Islam

JAKARTA,SNOL Ketua DPR RI, Marzuki Alie menyesalkan beredarnya video kekerasan Densus 88 terhadap orang yang diduga teroris. Ia pun mendesak agar kepolisian melakukan investigasi terhadap kasus itu.

“Harus diinvestigasi. Itu melanggar protap harus diberi sanksi tegas,” kata Marzuki pada saat dihubungi wartawan, Senin (4/3).
Selain itu, ia pun menyayangkan kinerja Densus 88 yang lebih condong menciptakan pandangan negatif terhadap agama Islam. Baginya, tindakan terorisme itu tidak ada kaitannya dengan ajaran agama apapun termasuk Islam.

Menurut Marzuki, apabila Densus 88 tak secepatnya membenahi cara kerjanya yang mendiskreditkan Islam, ia khawatir hal itu akan menimbulkan pandangan bahwa Densus 88 memusuhi Islam.

Seperti diketahui, video berdurasi sekitar 13.55 menit, berisi tindakan penganiayaan oleh polisi. Di dalam video tergambar jelas puluhan polisi berpakaian seragam.

Sebagian di antara mereka berbaju mirip seragam Densus 88, serba hitam. Ada juga polisi berseragam Brigade Mobil. Mereka menenteng senjata laras panjang.

Pada menit awal terlihat beberapa warga dengan tangan terikat, berbaring di tengah tanah lapang sambil bertelanjang dada.
Menit berikutnya, terlihat seorang warga dengan tangan terborgol berjalan menuju tanah lapang seorang diri. Terdengar suara teriakan petugas kepada orang tersebut agar membuka celana.

Sambil berjongkok dia membuka celana. Gambar berikutnya, orang tersebut sudah berdiri sambil berjalan, namun tiba-tiba tersungkur. Dia terkena tembakan di dada tembus ke punggung. Meski sudah tertembak, dia dipaksa berjalan ke tanah lapang.

Orang itu diketahui bernama Wiwin setelah polisi menginterogasinya. Meski Wiwin bersimbah darah, polisi tetap saja menanyai dia tanpa berusaha untuk menolong.

Bahkan ada di antara polisi yang justru mengingatkan Wiwin bahwa sebentar lagi akan mati. “Win istigfar, kamu sudah mau mati,” kata seorang polisi kepada Wiwin.(gil/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.