Kepala Sekolah Nyambi Calo Pengganda Uang

TIGARAKSA,SNOL Kepala Sekolah (Sepsek) SDN Kubang 1 Desa Kubang Kecamatan Sukamulya berinisial DR (51) dan SY alias Yani (48) dukun pengganda uang, diciduk Satreskrim Polres Kota Tangerang.

DR ditangkap saat berada di sekolah akhir Februari lalu lantaran diduga menjadi calo pengganda uang. Warga Kampung Perahu Desa Perahu Kecamatan Sukamulya ini merupakan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta Kepala SDN Kubang 1. Sedangkan, SY merupakan seorang buruh Kampung Pos Sentul Desa Sentul Kecamatan Balaraja.

“Dalam aksinyha, DR dan SY bekerjasama untuk melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan. DR sebagai membantu mencari korban, sedangkan SY bertindak sebagai orang pintar yang mengaku bisa me n g g a n d a k a n uang,” kata Kombes Pol Bambang Priyo Andogo Kapolres Kota Tangerang kepada Satelit News, Senin (4/3).

Dalam kasus ini ada empat korban namun satu yang melapor. Korbannya kebanyakan guru-guru, dan praktek penipuan dengan menggandakan uang ini dilakukan di rumah DR. Pelaku awalnya mengajak korban untuk melakukan penggandaan uang. Setelah korban bersedia mengikuti ajakan pelaku, lalu korban diminta memasukkan uang ke dalam kotak yang sudah dibungkus dengan kain putih yang dilakban dengan lakban hijau.

Setelah mengikuti ritual tersebut pelaku meminta korban untuk mengambil air wudhu. Pada saat itulah pelaku mengambil seluruh uang yang ada di dalam kotak dan uang tersebut disimpan oleh pelaku untuk pengangkatan bulan depan. Pada saat pengangkatan, pelaku sudah mempersiapkan uang dari rumahnya dengan cara uang tersebut digulung-gulung dan jumlahnya selalu berkurang dari uang yang sebelumnya dimasukan ke dalam kotak kardus oleh korban.

Pada saat pengangkatan uang, korban duduk saling berhadapan dan korban memegang ujung sejadah dan diangkat setinggi perut. Lalu, pelaku duduk bersila di tengah sejadah dengan posisi kaki masuk ke dalam sejadah. Kemudian pelaku mengambil uang yang telah disiapkannya dan mengadukan kedua telapak tangannya yang sudah terisi dengan uang.

“Kemudian tangan pelaku dimasukkan di bawah sejadah, lalu kedua tangan pelaku digesekkan sambil mengucapkan kalimat takbir dan meminta korban menggeser sejadahnya. Dari tangan pelaku keluarlah uang dan begitu seterusnya,” beber Kapolres.
Dari hasil kejahannya sejak bulan Oktober 2011 sampai dengan September 2012, kedua pelaku berhsil meraup uang sebesar Rp42 juta,” tandasnya.

Berdasarkan pengakuan DR, aksinya dilakukan sejak September 2011 hingga Desember 2012. Dalam penangkapan ini polisi berhasil mengamankan barang bukti, tiga kotak kardus yang terbungkus kain putih diikat solasi warna ungu, 1 lembar kwitansi yang ditandatangani oleh Yani dengan sejumlah uang Rp7,5 juta yang diserahkan oleh salah satu korban untuk pembayaran penggandaan uang, dua kotak kecil yang terbungkus kain putih diikat selotip warna ungu dan 1 kotak kardus yang terbungkus kain putih.

“Akibat perbuatannya pelaku diancam dengan pasal penipuan dan penggelapan sebagaimana dalam pasal 378 KUHP dan 372 KUHP, dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara. Aksi pelaku ini juga merugikan hingga Rp52 juta,” imbuh Shinto Silitonga, Kasat Reskrim Polres Kota Tangerang.(aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.