Mantan Wakil Ketua DPRD Tersangka

SERANG, SNOL Kasus dugaan penipuan dan penggelapan bisnis pertambangan pasir besi di Kecamatan Cimanggu, Pandeglang senilai Rp400 juta oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten, ditingkatkan ke penyidikan.

Dalam penyelidikan tersebut, polisi menetapkan dua tersangka yang diduga sebagai pelaku utama dalam tindak pidana tersebut. Kedua tersanga itu, yakni mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang berinisial AT, dan mantan anggota DPRD setempat berinisial FT.

“Keduanya resmi ditetapkan tersangka dalam kasus itu. Surat penetapan kedunya sudah keluar sejak Kamis (28/2) lalu,” kata Kasubdit II Ditreskrimum Polda Banten, AKBP Deny Okvianto, Senin (4/3).

AT ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan penipuan tersebut, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang diduga mengetahui persoalan dalam perkara ini. ”Dalam waktu dekat akan segera melakukan pemanggilan terhadap para tersangka,” ujarnya, tanpa menyebutkan tanggal pemanggilan.

AT dan FT diduga saling bekerjasama untuk melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang terhadap seorang pengusaha penambang pasir besi berinisial YG.

Awalnya, YG mencari lahan yang dapat digunakan sebagai lokasi penambangan. Dia lalu menghubungi FT yang menyanggupi permintaan dan menjanjikan bahwa YG akan dapat melakukan penambangan di wilayah Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang.

Sejumlah kesepakatan pun diambil antara ketiganya di depan notaris. Tidak hanya itu, YG juga menyerahkan uang sebesar Rp400 juta guna melancarkan niatnya untuk melakukan penambangan tersebut.

Namun meski telah menyerahkan sejumlah uang dan sejumlah kesepakatan telah diambil, YG tak kunjung dapat melakukan penambangan di kawasan tersebut. Akhirnya, melalui kuasa hukumnya, Agus Setiawan, YG melaporkan kedua tersangka ke Mapolda Banten atas dugaan penipuan dan penggelapan pada Oktober 2012.

Selain menetapkan AT dan FT sebagai tersangka, penyidik juga menyita sejumlah dokumen guna keperluan penyidikan. Dokumen-dokumen yang disita tersebut diantaranya berupa kwitansi dan berkas kesepakatan yang telah dibuat dalam proyek tersebut. (bagas/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.