Mantan Wakil Ketua DPRD Ditahan

SERANG, SNOL Penyidik Subdirektorat II Kriminal Umum Polda Banten, menahan dua tersangka dalam kasus dugaan penipuan bisnis investasi penambangan pasir di Kecamatan Cimanggu Kabupaten setempat.

Kedua tersangka tersebut, yakni mantan Wakil Ketua DPRD Pandeglang Aris Turisnadi (AT), dan mantan anggota DPRD Pandeglang Fatoni (FT).
Kasubdit II Ditkrimum Polda Bantemn, AKBP Deni Oktavianto mengatakan tersangka Aris Turisnadi dan Fatoni ditahan, setelah sebelumnya pada Selasa (23/3) lalu menjalani pemeriksaan diruang penyidik lantai dasar Mapolda Banten.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dari siang hingga malam, penyidik menemukan dugaan ket-erlibatan tersangka hingga kedua tersangka dilakukan penahanan,” kata AKBP Deni Oktravianto, saat dihubungi Minggu (31/3).

Mantan Wakapolres Pandeglang ini mengungkapkan, keterlibatan tersangka AT dan FT dalam penipuan bisnis investasi pertambangan pasir besi Rp400 juta ini diduga kuat.

Selain itu, penyidik juga melaklukan pengembangan dengan memeriksa sejumlah saksi, antara lain istri tersangka AT dan anak tersangka FT karena didgua terlibat kasus tersebut.“Semuanya masih kita periksa. Istri dan anak kedua tersangka itu masih sebatas saksi,” ujarnya.
AT dan FT diduga saling bekerjasama untuk melakukan tindak pidana penipuan serta melakukan penggelapan uang terhadap seorang pengusaha penambang pasir besi berinisial YG.

Kala itu YG mencari lahan yang dapat digunakan sebagai lokasi penambangan tersebut, lalu menghubungi tersangka FT. Lalu, FT menyanggupi permintaan YG dan menjanjikan bahwa YG akan dapat melakukan penambangan di wilayah Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang.
Sejumlah kesepakatan pun diambil antara ketiganya di depan notaris. Tidak hanya itu, YG juga menyerahkan uang sebesar Rp400 juta guna melancarkan niatnya untuk melakukan penambangan tersebut.

Meski sudah menyerahkan sejumlah uang dan melakukan kesepakatan, namun YG tidak dapat melakukan penambangan di kawasan tersebut. Akhirnya, melalui kuasa hukumnya, Agus Setiawan, YG melaporkan kedua tersangka ke Mapolda Banten atas dugaan penipuan dan penggelapan pada Oktober 2012.

Penyidik lantas menyita sejumlah dokumen guna keperluan penyidikan. Dokumen-dokumen yang disita tersebut diantaranya berupa kwitansi dan berkas kesepakatan yang telah dibuat dalam proyek tersebut.(bagas/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.