Panti Asuhan di Cipondoh Terbakar, 33 Anak Harus Mengungsi

CIPONDOH, SNOL Panti Asuhan Al Mabruroh di Jalan KH Hasyim Ashari, Gang Jambu, RT 06/05, Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang, ludes dilahap si jago merah, Rabu (3/4) malam.

Meski tidak ada korban jiwa, namun 33 anak panti terancam tidak memiliki tempat tinggal. Kobaran api muncul pertama kali dari dalam dapur. Saat itu, puluhan penghuni panti tengah melakukan sholat magrib berjamaah di ruang tengah.

“Kami sedang sholat magrib berjamaah, saat rokaat terakhir lampu tiba-tiba mati. Pas salam, dari belakang, teman ada yang teriak kebakaran, yaudah pada lari semua keluar,” kata Ahmad Furqoni (14), salah seorang anak panti.

Dikatakan Furqon, awal mula api muncul dari dalam dapur. Tadinya dia berfikir api muncul dari bara tungku kompor yang masih menggunakan kayu bakar untuk memasak. Namun, sebelum melakukan sholat, Furqon sendiri yang memastikan api bukan berasal dari tungku. “Sebab saya sebelum sholat mematikan api dulu, dan lagi sebelum sholat, lampu mati total,” ujarnya.

Setelah ini, Furqon yang sudah 3 tahun menetap di panti bersama teman-temannya bingung harus bermalam dimana. “Bingung juga, kalau malam ini masih tidur di rumah bu haji, pemilik panti. Kalau besok enggak tahu gimana,” ujarnya lemas.

Sementara itu, H Sohib, pemilik panti mengaku saat kejadian dia tidak ada ditempat. Dia baru mendapatkan kabar setelah api membesar. “Belum tahu juga kejadian persisnya,” paparnya sera-ya menuturkan dari tahun 1990an, sedikitnya ada 33 anak panti yang dia asuh.

Untuk sementara, Sohib akan menampung 9 anak panti wanita dan 13 anak panti lelaki di rumahnya, yang tak jauh dari lokasi terbakar. “Saya tampung dulu di rumah selama perbaikan, sisanya 11 anak panti mereka pulang ke rumah masing-masing,” ujarnya.

Dia menambahkan, api hanya melahap dapur dan ruangan tempat penyimpanan pakaian dari donatur. Api yang muncul pada pukul 18.00 WIB itu mengakibatkan dia merugi hingga puluhan juta rupiah. “Ya sudah saya legowo saja, namanya juga musibah,” katanya pasrah.

Korlap Pemadam Kebakaran Kota Tangerang, Sahroni mengatakan, kebakaran muncul akibat konsleting listrik dari dalam dapur. “Awalnya karena konsleting listrik, namun karena di dapur banyak kayu bakar menumpuk akhirnya api dengan sangat cepat membakar seluruh area dapur dan ruangan yang ada di sebelahnya,” jelas Sahroni.

Untuk menjinakan si jago merah, sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan. (pramita/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.