Tanpa Izin, Tower BTS Telkomsel Dibongkar

TANGERANG, SNOL — Tidak lagi mengantongi izin sewa lahan, tower BTS Telkomsel area Tangerang Raya di halaman dalam SMKN 2 Kota Tangerang, dibongkar paksa Satpol PP setempat, Jumat (5/4). Tower setinggi 62 meter tersebut langsung dinonaktifkan, kabel dicabut, dan pager beton dibongkar.

Pembongkaran dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB. Alat berat seperti pemotong tembok, bor, dan palu besar, dikerahkan untuk membongkar paksa BTS yabg sudah tidak berijin itu. Pagar yang digembok pun dibongkar petugas Satpol PP, untuk menonaktifkan basic transmitter seluler (BTS) yang memancarkan sinyalnya ke area Tangerang Raya.

Kasat Pol PP Kota Tangerang, Irman Pudja Hendra mengatakan,  pembongkaran paksa tersebut dilakukan karena berdirinya tower tersebut sudah tidak berijin. “Seharusnya tower ini selesai beroperasi pada 21 Agustus 2010, namun sudah jalan 3 tahun sama sekali tidak memperpanjang izin. Baik dari pemerinta kota, maupun dari pihak sekolah, sebagai pemilik lahan,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pengawasan dan Ketertiban Satpol PP Kota Tangerang, Afdiwan mengatakan, sebenarnya pihak Telkomsel pada 2010 lalu sudah mengajukan surat permohonan perpanjang sewa hingga 2015 mendatang, namun permintan tersebut ditolak pihak sekolah. Lantaran, luas tanah yang dipakai untuk tower Telkomsel, akan dijadikan pengadaan ruang kelas.

“Dan saat itu juga pihak Telkomsel sudah diminta untuk menonaktifkan dan membongkar tower, namun tidak ada tanggapan,” ujar Afdiwan.

Afdiwan mengaku pihaknya sudah mengirimi surat pemberitahuan kepada Telkomsel, namun tetap tidak digubris. Akhirnya, sekitar 60 petugas Pol PP, dibantu petugas dari tata ruang dan kepolisian setempat, membongkar sendiri tower tersebut. Alat berat seperti pemotong tembok, bor, linggis, dan palu besar, dikerahkan petugas untuk merobohkan tembok setinggi 2,5 meter tersebut.

Sedangkan untuk menonaktifkan jaringan yang ada di dalam ruang kontrol, petugas menggunakan gunting besar untuk memotong jaringan kabel. Semua tombol kontrol on/off langsung diturunkan petugas menjadi tombol off, sebagai pertanda sudah tidak aktif lagi tower yang memancarkan sinyal ke seluruh penjuru Tangerang Raya itu.

Bahkan salah seorang petugas naik beberapa tingkat ke atas tower untuk memasang penyegelan di atas tower tersebut. “Kita segel, untuk pembongkaran tower diserahkan kepada ahlinya. Kita akan terus pantau ini,” tutur Afdiwan. (pramita/deddy/sn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.