UN 2013 Berpotensi Ditunda

JAKARTA, SNOL—Pelaksanaan ujian nasional (UN) 2013 bakal tercatat dalam sejarah. Pasalnya UN tahun ini berpotensi tertunda dari jadwal yang telah ditetapkan. Pemicunya hingga H-3 ujian, banyak rayon belum menerima kiriman naskah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) siap mengeluarkan kebijakan darurat besok (14/4).

Tanda-tanda kacaunya distribusi naskah ujian sudah muncul dalam rapat evaluasi akhir persiapan UN di kantor Kemendikbud Kamis malam lalu (11/4). Dalam rapat itu, panitia UN pusat menerima laporan dari sejumlah daerah jika naskah ujian belum juga kunjung di tingkat rayon. Padahal dalam POS (prosedur operasional standar) disebutkan bahwa naskah ujian harus sudah di rayon H-3 ujian (12/4).

“Jadi memang iya, ada yang belum komplit (pendistribusian naskah UN, red),” ujar Mendikbud Mohammad Nuh di kantornya kemarin malam (12/4). Namun menteri asal Surabaya itu menutup rapat-rapat informasi daerah mana saja yang mengalami keterlambatan pendistribusian UN. Namun dari sejumlah informasi yang masuk, diantara pendistribusian yang bermasalah ada di provinsi NTB dan Sulawesi Barat.

Nuh tidak mengelak jika UN bakal ditunda karena urusan pendistribusian tersebut. “Tapi kita tunggu sampai Minggu. Kan yang penting itu Senin harus sudah sampai di tangan siswa,” katanya. Jika pada Minggu nanti naskah ujian masih belum sampai, UN di daerah tertentu akan mendapatkan instruksi darurat.

Mantan rektor ITS itu mengatakan jika persoalan keterlambatan pendistribusian naskah ujian ini bukan karena perhitungan masa tender percetakan yang tidak tepat. Dia juga menampik jika keterlambatan ini dikaitkan dengan anggaran Kemendikbud yang diblokir berbulan-bulan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Nuh menegaskan jika keterlambatan ini murni disebabkan karena kelemahan satu diantara enam pemenang tender percetakan UN. “Karena ada kendala tertentu, jadi distribusinya mepet sekali,” katanya. Namun Nuh tidak mau menyebut percetakan UN yang indisipliner tersebut.

Dia mengatakan Kemendikbud akan mengevaluasi kinerja percetakan itu dan bisa berujung pinalti blacklist. Artinya tidak boleh lagi ikut tender proyek serupa. Keenam perusahaan pemenang terder percetakan UN itu adalah PT Belabat Dedikasi Prima, PT Pura Barutama, PT Ghalia Indonesia Printing, PT Jasuindo Tiga Perkasa, PT Karya Wira Utama, dan PT Temprina Media Grafika.

Nuh lantas mengatakan, pendistribusian UN ini justru lancar untuk daera-daerah khusus. Sebab naskah ujian untuk daerah khusus sudah tiba sekitar dua pekan sebelum ujian. Justru yang membuatnya cemas adalah pendistribusian naskah ujian untuk daerah-daerah yang notabene lancar dari akses transportasi. “Saya tegaskan lagi, ditunggu sampai hingga hari Minggu (besok, red),” tutur Nuh.

Dia juga mengatakan kebijakan darurat tidak hanya dapat dikeluarkan untuk daerah yang pendistribusian naskah ujiannya tersendat. Tetapi juga untuk daerah-daerah yang sedang mengalami bencana alam dan sosial.

Nuh mengatakan kasus bencana alam yang berpotensi mengganggu UN terjadi di sejumlah kawasan sekitar sungai Bengawan Solo. Selain itu kasus banjir juga terjadi di sejumlah daerah di pulau Madura.

Sementara itu bencana sosial terjadi di Puncak Wijaya, Papua. Nuh mendapat informasi jika di tempat ini ada konflik politik. Karena pemilihan bupatinya berlarut-larut, maka sering terjadi pertikaian. Banyak sekolah yang rusak akibat konflik itu.

Ada dua skenario untuk daerah-daerah bencana tadi. Pertama adalah UN tetap dijalankan sesuai jadwal tetapi lokasinya mengungsi di kabupaten atau wilayah sekitarnya yang aman. Kedua adalah menunda sama sekali pelaksaan UN dan diganti saat UN susulan nanti. “Intinya yang utama itu keselamatan siswa dulu, baru ujiannya,” pungkas Nuh.

Sebagaimana diketahui UN untuk SMA dan sederjat dimulai Senin (15/4) depan. Sedangkan untuk jenjang SMP/sederajat dimulai pada Senin (22/4). Lalu untuk UN jenjang SD/sederjat digelar mulai Senin (6/5).

Selain urusan pendistribusian, Kemendikbud hingga saat ini belum menemukan kekacauan menjelang UN lainnya. Kabar seperti kebocoran naskah ujian maupun jual beli kunci ujian menjelang UN, tahun ini agak lebih kecil dibandingkan tahun lalu. (wan/sn/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.