Oli Tumpah, Polisi Periksa Enam Saksi

TANGERANG, SN—Jajaran Polres Metro Tangerang Kota telah memeriksa enam saksi terkait tumpahnya oli bekas di Sungai Cisadane beberapa waktu lalu. Namun demikian, sopir yang membawa truk dengan muatan 22 ribu liter tersebut dipulangkan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestro Tangerang Kota, AKBP Suharyanto menjelaskan, pengemudi truk bernompol B 9212 BYU berplat kuning tidak ditahan lantaran ancaman hukumannya kurang dari 18 bulan. “Undang-undang tidak menguatkan untuk menahan sopir truk tersebut, karena ancaman kurungan 18 bulan,” ungkapnya.

Adapun keenam saksi yang diperiksa terdiri dari sopir dan kenek dari perusahaan pengantar, karyawan perusahaan penjual oli bekas, orang yang disuruh oleh perusahaan pembeli, dan teknisi. Sedangkan untuk pihak pembeli, Suharyanto mengatakan, belum juga datang.

“Sudah dipanggil, tapi belum datang. Kami jadwalkan ulang pada minggu depan, penyelidikan terus berlanjut,” ujarnya. Setelah memeriksa para saksi, pihaknya juga akan akan melanjutkan pemeriksaan dengan menghadirkan saksi ahli, seperti dari Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) pusat terkait pencemaran lingkungan yang terjadi. Sebab dalam kasus ini, UU yang akan dipakai merupakan UU Lingkungan Hidup. “Kita belum tetapkan tersangka, masih tahap penyelidikan,” pungkasnya.

Sementara saat ditanya adakah dugaan kelalaian yang dilakukan salah satu operator jalan tol, Suharyanto belum bisa memastikan hal tersebut. Sebab, pada Sabtu (13/4),  operator jalan tol itu juga melaporkan sejumlah kerugian yang dialami pihaknya.

“Kami juga menerima laporan dari mereka. Karena kejadian bocornya oli, menyebabkan adanya masalah di arus lalu lintas, kemacetan, dan kerusakan fisik pada badan jalan, semuanya jadi terganggu,” jelasnya. Walaupun sopir dan kernet sudah dibebaskan, dia mengatakan, truk bermuatan oli bekas masih ditahan oleh Pospol PJR Bitung.

Sementara Wakil Walikota Tangerang Arief R.Wismansyah saat ditanya langkah yang akan diambil untuk penanganan masalah ini menegaskan, pihaknya tetap memantau jalannya proses hukum yang berlaku. “Kami juga sudah tugaskan BPLHD untuk usut tuntas siapa yang harus dimintai pertanggungjawabnya pada kasus ini,” ujar Arief.   Sedangkan terkait langkah Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (YAPELH) yang melaporkan pencemaran Sungai Cisadane ke Polres Metro Tangerang, dikatakannya  Pemkot mendukung 100 persen. “Kami dukung, kita sama-sama awasi langkah hukumnya,” pungkas Arief. (pramita/made/sn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.