Siti Zuhro: SBY Seperti Playboy

JAKARTA,SNOL Kelakuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali disorot. Kali ini ketua umum Partai Demokrat itu dinilai memiliki karakter politisi sejati.

Namun bagi pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro,  karakter politisi sejati  SBY bersifat negatif yakni mementingkan diri sendiri. Bahkan karakter politisi sejati SBY bisa disamakan dengan karakter seorang playboy yang gampang memberikan janji tanpa realisasi.

“Politisi seperti ini tidak akan pernah amanah. Politisi seperti ini tidak akan pernah mau berkorban dan hanya mau mengorbankan orang lain,” kata Siti Zuhro pada diskusi di pressroom DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/4).

Hal itu dikatakan Siti berkaitan banyak pihak, yang berkeringat menghantar SBY menjadi presiden dan menangkan Partai Demokrat pada pemilu tapi kemudian tak dihargai.

Siti menyebut sejumlah nama mulai dari Sys NS, Ventje Rumangkang yang merupakan salah satu pendiri PD yang disingkirkannya dan tidak mendapatkan apapun dari perjuangan mereka. Belum lagi nama-nama purnawirawan pendukungnya seperti Kurdi Mustofa, Djali Yusuf. Para pengurus PD seperti mantan Ketum PD Anas pun menjadi korban, Sekretaris Majelis Tinggi, Andi Malarangeng dan Wakil Ketua Majelis Tinggi Marzuki Alie. Para pendukung lain yang harus kecewa seperti pengusaha Hartati Murdaya, kata Siti.

Banyak sekali orang-orang yang dulu dikenal dekat dengan SBY dan telah bekerja untuk kemenangan SBY harus menelan kecewa. SBY  justru tidak loyal terhadap para pendukung setianya. Bahkan mantan atasannya Mantan Presiden Megawati Soekarno Putri pun dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang juga pernah diajak bergabung dalam koalisi setelah hiruk pikuk angket pajak, adalah para korban SBY.

SBY tidak menyukai keterpilihan Anas Urbaningrum sebagai ketua umum Demokrat. Terakhir, dia ingkar janji kepada Yenny Wahid yang disebut-sebut akan diberi posisi wakil ketua umum Demokrat.

Siti menegaskan, sangat mungkin pula masyarakat menilai SBY seperti itu. Bedanya, kata dia, jika  playboy suka menggumbar janji kepada banyak wanita tanpa realisasi. Nah, sedangkan SBY mengumbar janji kepada banyak orang mengenai banyak hal tanpa diwujudkan.

Di sisi lain, ujar Siti lagi, seorang playboy tak akan rela mendapatkan saingan. SBY menurutnya tidak menyukai ada yang menyaingi atau ada matahari kembar. Makanya, pihaknya tidak heran kalau yang justru diangkat oleh SBY adalah orang-orang yang diangkat menjadi pejabat baik di partai maupun pemerintahan adalah orang yang tak memiliki potensi menyaingi dirinya.

“Lihat saja bagaimana SBY dalam awal pemerintahannya di 2009 mengangkat empat menteri dari parpol dalam kabinetnya justru dari kader partai yang tidak lolos masuk ke Senayan. Partai-partai politik yang diajak bergabung dalam koalisi adalah juga partai-partai yang tidak memiliki tokoh yang bisa bersinar seterang dirinya,” beber dia.(dem/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.