Liput Razia, Wartawan Dianiaya 8 Pria Cepak

PAGEDANGAN, SNOL  Lagi, insiden kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi. Anggy Muda (28), wartawan salah satu media online lokal di Tangerang dianiaya  8 pria berambut cepak yang diduga anggota TNI.

Aksi kekerasan dialami Anggy saat meliput operasi penyakit masyarakat (pekat) di tepi danau kawasan Perumahan Foresta BSD, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Minggu (2/6) dini hari.

“Waktu itu polisi menanyai identitas 8 pria berambut cepak yang sedang nongkrong di tepi danau. Bersamaan dengan itu saya mengambil foto, namun salah seorang dari pria itu marah dan bilang jangan foto-foto,” ujar Anggy saat melaporkan kasusnya ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) Jaya I Jatake bersama orangtuanya didampingi sejumlah wartawan untuk melaporkan aksi kekerasan ini.

Tidak menyerah, Anggy yang tetap menjalankan tugasnya mencoba mendokumentasikan kegiatan tersebut. Namun rupanya salah satu dari 8 pria tersebut menepak kamera Anggy kemudian langsung memukul kepalanya.

“Saat yang satu memukul, yang lain merespon ikut memukuli dan menendang saya. Beruntung saya pakai helm dan memakai tas,” kata Anggy yang mengaku sudah mengurus visum.

Anggy berupaya mempertahankan kameranya dari serangan. Meski mencoba lari, dia tetap terkejar juga. “Aksi pemukulan ini berhenti setelah sejumlah anggota polisi melerai. Saat pemukulan awal memang polisi belum banyak, karena tertinggal rombongan awal,” ucapnya.

Setelah memukuli Anggy, 8 pria berambut cepak tersebut pergi dengan santai meninggalkan lokasi. Diduga delapan pria tersebut merupakan oknum anggota TNI.

“Saya minta mereka ditahan karena perbuatannya. Saya kan sedang menjalankan tugas jurnalistik. Ini melanggar Undang- Undang,” kata Anggy.
Terpisah, Komandan Satuan Pelaksana Penyidikan (Dansatlakidik) Denpom Jaya I Kapten CPM Beny Dermawan mengaku pihaknya sudah menerima laporan terkait masalah ini.

“Sebagai penegak hukum militer, kami sudah menerima laporan dari korban. Tentu, kami akan bertindak sesuai dengan standar operasional prosedur. Jika memang terbukti salah, tentu akan kami tindak sesuai dengan hukum yang berlaku. Namun tetap, kami juga menggunakan asas praduga tak bersalah,” tukasnya.

Beny juga menjelaskan, dalam proses hukum militer tidak ada istilah penghentian penyidikan. “Untuk itu, hukum terus berjalan. Dan kami akan segera memanggil saksi-saksi guna proses hukum selanjutnya,” tandasnya.

Pemimpin Redaksi www.kabar6.com, Isak Imron mengecam keras tindak kekerasan yang dialami Anggy Muda. Isak meminta pihak kepolisian menangkap para pelaku dan mengusut tuntas kasus tersebut. “Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pada Pasal 8 dijelaskan, wartawan mendapat perlindungan hukum dalam melaksanakan profesinya,” tegas Isak.

Sebelumnya, sepekan lalu, dua wartawan Tangerang, Aimarani wartawan MNC TV dan Eky Fajrin fotografer Satelit News, mengalami penganiayaan orang tak dikenal saat tengah meliput bentrokan antar kelompok massa di kawasan Tangcity, Cikokol, Kota Tangerang. (aditya/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.