Brimob dan Marinir Jaga Stasiun KA

TANGERANG, SNOL Sejumlah prajurit Marinir dan aparat Brimob Polda Metro Jaya ditugaskan menjaga sistem e-tiketing yang baru saja diberlakukan sejak 8 April lalu.

Mereka berjaga-jaga di pintu masuk calon penumpang KRL Stasiun Tangerang. “Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka kami menghadirkan beberapa prajurit Marinir dan Brimob yang diperbantukan Polda Metro Jaya sejak Sabtu (1/6) lalu dengan jumlah mencapai 10 orang anggota Brimob dan 8 orang Marinir,” ujar Suhada, Kepala Stasiun Tangerang, Senin (3/6).

Pemberlakuan e-tiketing yang baru berlangsung satu bulan memang dikhawatirkan akan memicu aksi anarkis atau kerusakan pada alat akibat ketidaktahuan para penggunanya.

“Masih banyak pengunjung yang belum mengerti tata cara penggunaan e-tiketing. Oleh karena itu, kami tidak ingin terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Seperti kerusakan alat dan sebagainya,” tegasnya.

Stasiun Tangerang yang melayani keberangkatan menuju stasiun Duri, Jakarta Barat mengaku telah menyiapkan sekitar 3.500 tiket untuk melayani permintaan para pengguna alat transportasi kereta api.

“Jumlah trafik per hari untuk berangkat diperkirakan ada sekitar 3.000 orang. Dan kami mengantisipasi jika ada lonjakan pengunjung dengan menyediakan sekitar 3.500 tiket elektronik ini,” jelas Suhada.

Pada awal pemberlakuan tak kurang dari 1000 e-tiketing hilang. “Banyak pengunjung yang belum tahu. Jadi tiketnya enggak dikembalikan lagi ke sini. Akhirnya kami kehilangan sekitar 1.000 kartu e-tiketing,”

Stasiun Tangerang juga masih menyediakan karcis manual yang sewaktu-waktu bisa digunakan ketika sistem e-tiketing sedang bermasalah.
“Karcis manual sebenarnya selalu kami siapkan. Untuk antisipasi saja. Alatnya kan sensitif. Takut sewaktu-waktu rusak. Jadi kami siapkan juga yang manual,” ujarnya.

Meida, warga Tanah Tinggi yang niat pergi ke Tanah Abang mengaku kaget dengan pemberlakuan sistem tiket yang baru ini. Nurasiah malah mengaku penggunaan e-tiketing menjadi lebih efisien dan modern. “Bagus juga sih pakai e-tiketing. Lebih simpel. Dan enggak bikin banyak sampah gara-gara karcis manual. Hampir sama dengan sistem busway. Awalnya memang agak ribet, tapi nanti lama-lama juga biasa,” terangnya.

Stasiun Tangerang melayani keberangkatan menuju Stasiun Duri, Stasiun Depok, Stasiun Bogor serta Stasiun Kota. Untuk saat ini, harga yang diterapkan berkisar dari Rp 7.500 hingga Rp 10 ribu. Namun, nantinya setelah sistem ini dirasa sudah cukup dimengerti oleh masyarakat, makan tarif yang digunakan adalah tarif progresif, yaitu sesuai dengan tujuan masing-masing. Kisarannya antara Rp 3 ribu-10 ribu. Tergantung jauh dekatnya jarak yang akan ditempuh.(kiki/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.