Kepergok Ciuman di Kamar, Koki Dibunuh

CIPUTAT, SNOL Gara-gara tertangkap basah tengah berciuman di dalam kamar, DW (21) pelayan rumah makan menjadi otak pembunuhan terhadap Dahwan (43), koki senior.

Hal itu terungkap dalam rekonstruksi kasus pembunuhan koki senior rumah makan gudeg Bu Juminten di Jalan Ciputat Baru RT 01/05, Kelurahan Sawah, Ciputat, Kota Tangsel yang digelar Senin (10/6).

Pantauan Satelit News, kedatangan DW dan tiga pelaku lainnya untuk melakukan reka ulang, disambut amarah warga sekitar yang turut menonton. Terlebih ketika DW, wanita yang menjadi otak pembunuhan itu digiring masuk ke rumah tempat kejadian perkara, nyaris dipukul seorang ibu rumah tangga.

“Kesal saya, siapa dia? Saya kenal baik dengan majikannya,” ungkap Nurul (43), warga sekitar, Senin (10/6). Dikatakan Nurul, korban merupakan karyawan senior yang berprofesi sebagai juru masak di rumah makan yang sudah hampir 20 tahun berdiri itu.

Nurul beralasan, korban dikenal warga sebagai sosok yang baik, ramah dan pendiam. Setelah Dahwan diketahui tewas mengenaskan akibat dibunuh, warga sangat geram terhadap ulah para pelaku. “Saya tadi pengen jambak dan pukul wanita itu. Kesal sekali, masa orang baik diperlakukan seperti itu,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam melakukan olah perkara, diketahui motif pembunuhan terhadap Dahwan dikarenakan adanya motif balas dendam. Yang mengejutkannya, dalam adegan pertama yang dipertunjukan pelaku ke sejumlah petugas.

“Korban memergoki Dewi dan Adi sedang berciuman di dalam kamar Dahwan,” ujar salah seorang petugas kepolisian dari Polda Metro Jaya.

Namun sayangnya, sepanjang proses rekonstruksi yang mempraktekan kembali 14 reka ulang pembunuhan, pihak kepolisian tidak memperkenankan wartawan mendekat dan menyaksikan langsung setiap adegan.

Hermawan, pemilik rumah makan gudeg Bu Djuminten, tidak mau mengomentari tewasnya Dahwan, sang koki andalan. “Maaf ya, saya juga masih dalam keadaan bingung. Jadi, saya tidak bisa berkomentar apa-apa dulu,” singkatnya.

Kepala Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Helmy Santika mengatakan, untuk mencocokkan temuan bekas darah, petugas sampai harus pergi ke Yogyakarta, tempat dimana Dahwan telah dimakamkan.

Dengan seizin keluarga, petugas menggali kuburan Dahwan dan mengambil sampel darah. Dan berdasarkan pemeriksaan, darah yang ditemukan di lantai dapur dan di tubuh para tersangka adalah darah korban. “Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, akhirnya para tersangka mengakui bahwa mereka yang membunuh korban,” tutur Helmy. (pramita/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.