Tabung Gas Meledak, 1 Tewas, 2 Kritis

SERANG, SN—Sebuah rumah di Kampung Pasepatan, Desa Babakan Jaya, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang terbakar, Jum’at (14/6) dini hari. Kebakaran terjadi akibat tabung gas 3 kg yang ada di rumah Ocah binti Sangsang (35) itu meledak. Ocah tewas akibat peristiwa tersebut. Selain itu, tiga anggota keluarganya juga mengalami luka bakar dan dua diantaranya kritis dan dilarikan ke RSUD Serang. Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp 25 juta.

Informasi yang berhasil dihimpun, tabung gas 3 kg tersebut terjadi sekitar pukul 04.15 WIB, saat Ocah hendak memasak air di dapur rumahnya. Namun nahas, ketika menghidupkan kompor gas, tabung gas langsung meledak dan membakar Ocah. Suami Ocah, Sayuti bin Rasa (37) serta dua mertuanya Rasa bin Sarja (60) serta Sani binti Sahada (55) yang saat kejadian ada di ruang tengah yang berdekatan dengan dapur juga ikut menjadi korban.

Api langsung menjalar dan membakar bagian dapur rumah korban. Mendengar ada suara ledakan, warga di sekitar rumah korban berhamburan keluar dan terkejut ketika melihat rumah semi permanen milik korban itu dilalap si jago merah. Warga langsung secara bergotong royong memadamkan api sebisanya dan baru dapat dipadamkan sekitar pukul 05.00 WIB.

Setelah berhasil memadamkan api, warga lalu mengevakuasi empat korban yang ada di dalam rumah dan langusng membawanya ke puskesmas setempat untuk mendapat pertolongan medis. Sayang, nyawa Ocah tidak tertolong lagi akibat luka bakar yang dideritanya. Ocah menghembuskan nafas terakhir di Puskesmas Kopo.

Tiga korban lainnya masih tertolong. Namun dua korban, Sayuti dan Rasa kritis sehingga harus dilarikan ke RSUD Serang, sementara Sani hanya mengalami luka ringan dan diperbolehkan untuk pulang.

Kapolsek Kopo, AKP Suntoro membenarkan peristiwa kebakaran yang diduga akibat tabung gas yang meledak itu. Menurut keterangan warga sekitar, sebelum kebakaran terdengar ledakan keras di rumah korban. “Benar, tadi (kemarin, red) ada kebakaran, dimana sang pemilik rumah yakni Ibu Ocah meninggal dunia dan suami serta mertua laki-lakinya mengalami kritis. Dari olah TKP dugaan sementara kebakaran diduga akibat ledakan tabung gas 3 kg yang bocor,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini polisi masih mengembangkan penyelidikan guna mengetahui menyebab pasti kebakaran dan ledakan tabung gas tersebut. “Dugaan sementara kan dari tabung gas, jadi kami sekarang selidiki penyebab meledaknya tabung gas tersebut apakah akibat human error (kesalahan manusia, red) atau karena faktor alat rumah tangga (tabung gas, red) itu sendiri,” katanya.

Sementara itu Camat Kopo, Muhamad Iskandar menyatakan, korban tewas telah diambil pihak keluarga dan dimakamkan di kampung halamannya di Kecamatan Pamarayan. Sedangkan dua korban masih mendapat perawatan medis di RSUD Serang dan belum sadarkan diri.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Hulaeli Asikin menuturkan, pihaknya menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga korban. Adapun bantuan yang diberikan yakni 15 dus mie instan, lima dus air mineral, dan satu dus kopi. “Bantuan logistik sudah kami salurkan, sedangkan untuk bantuan materi sedang kami proses. Berita acara sudah dibuat dan dokumen penyerahannya juga akan menyusul,” tuturnya. (bagas/dwa/igo/deddy/jarkasih/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.