Balon Pilkada Dilarang Tambah Partai

TANGERANG, SNOL Niat Ahmad Marju Kodri (AMK) menambah partai pengusung untuk mendongkrak jumlah suara partai pada Pilkada Kota Tangerang 2013 terbentur aturan.
Sebab, berdasarkan peraturan KPU No.9/2012 tentang Pedoman Teknis Pencalonan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tertera larangan penambahan dukungan dari partai yang sebelumnya belum pernah didaftarkan.
Klausul larangan terdapat dalam pasal 59 ayat 2 huruf a. Adapun bunyinya adalah sebagai berikut. “Partai politik dan/atau gabungan partai politik dilarang menambah dukungan partai politik yang tidak menggunakan haknya untuk mengajukan dan/atau mendukung pasangan calon pada masa pendaftaran”. Hal itu diamini oleh salah seorang komisioner KPU Kota Tangerang, Edi S Hafas, kemarin.
“Memang tidak boleh, terkecuali memperbaiki syarat dukungan suara partai untuk yang sebelumnya pernah didaftarkan oleh pasangan calon,”kata Edi kepada wartawan Selasa (18/6). Sebagaimana diketahui, AMK kekurangan sekitar 2.000 suara agar dapat melanjutkan pen-calonannya bersama mantan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Kadis Porbudpar) Kota Tangerang, Gatot Suprijanto.
Partai pendukung AMK-Gatot yang bermasalah ialah, Partai Kasih Demokrasi Indonesia (PKDI), selanjutnya adalah Partai Perjuangan Indonesia Baru (PPIB), Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) dan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). PKDI tidak memiliki SK kepengurusan, sedangkan PPIB dan PPDP pengurusnya tidak menandatangani.
Adapun PKPB dengan pengusungan ganda, dukungan PKPB juga ternyata buat Abdul Syukur-Hilmi Fuad dimana oleh KPU, pasangan ini yang diakui sah didukung partai besutan Tutut Hardiyanti Rukmana itu. Partai bermasalah ini kata AMK kini sedang diurus kelengkapannya. Adapun partai baru yang hendak diserahkan ialah Partai Partai Buruh, PPNUI, PPPI dan PIS.
Edi menambahkan, lain halnya dengan partai yang sudah mendukung dan mendaftarkan pasangan calonnya sebelumnya. “Kalau yang sudah mendaftar sebelumnya boleh bergabung,”terangnya.
Sebelumnya, AMK juga sempat menyampaikan bahwa selain berusaha melengkapi persyaratan, dirinya juga mencoba menjalin komunikasi dengan Harry Mulya Zein (HMZ) untuk berkolaborasi setelah Gerindra dinyatakan KPU sah mendukung pasangan calon Arief R Wismansyah-Sachrudin. (made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.