Ratna dan Rudi Tanoesoedibjo Saling Bantah di Persidangan

JAKARTA ,SNOL Pengusaha Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo dihadirkan pada persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (24/6), sebagai saksi dalam perkara korupsi proyek alat kesehatan (alkes) flu burung.

Pada persidangan dengan terdakwa mantan pejabat Departemen Kesehatan, Ratna Dewi Umar itu, Rudi -panggilan Rudijanto- dicecar soal perannya dalam pengaturan proyek alkes 2006.
Namun Rudi yang saat proyek alkes berlangsung menjadi Direktur Utama PT Prasasti Mitra, mengaku tak kenal dengan Ratna maupun proyek di Departemen Kesehatan (Depkes) tahun 2006 itu. “Saya tahu karena persidangan ini, saya tidak pernah kenal sebelumnya,” katanya di hadapan majelis hakim yang dipimpin Nawawi Polongan.
Rudi justru mengaku hanya bertemu dengan Siti Fadilah Supari saat masih menjadi Menkes. Itu pun, katanya, bukan untuk membicarakan proyek alkes. “Waktu itu soal kegiatan sosial, seingat saya Tsunami di Aceh,” ucapnya.
Karenanya Rudi menegaskan bahwa dirinya sama sekali tak tahu soal proyek alkes flu burung yang menjerat Ratna. “Saya baru mengetahui saat saya dipanggil sebagai saksi KPK pada 2011,” kelitnya.
Tapi Ratna mementahkan kesaksian Rudi. Saat diberi kesempatan menanggapi kesaksian Rudi, Ratna menyebut adik kandung Bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo itu sudah lama jadi kontraktor di Depkes.
“Saya pernah jadi Wakil Kepala Rumah Sakit Mohammad Hosein di Palembang, saat Menkes Prof Sujudi. Kami kebagian barang dari mereka (PT Prasasti Mitra, red), ” tutur Ratna.
Sementara terkait proses pengadaan alkes 2006, Ratna mengaku pernah didatangi Rudi di Kantor Depkes. Ratna pun yakin dirinya sudah dikenal oleh Rudi.
“Pas saksi (Rudi, red) masuk dia bilang: ‘Apa kabar Bu Ratna?’. Berarti saksi sudah kenal saya,” tandas Ratna.
Mantan pejabat eselon I Depkes itu pun mengingat betul penampilan Rudi saat hendak membahas proyek alkes 2006. “Saat itu saksi mengenakan kemeja kotak-kotak kehijauan celana dark blue sambil memegang HP (handphone, red). Saksi bilang bahwa Bu Siti (Menkes, red) menyampaikan agar proyek itu akan dikasih ke saya (Rudi, red),” kata Ratna menirukan ucapan Rudi.
Namun bantahan Ratna itu kembali ditepis Rudi. Ia beralasan, dirinya dirinya tidak pernah menemui Ratna di Kemenkes. “Saya juga tak punya kemeja kotak-kotak. Itu bukan favorit saya. Sejak Gus Dur jadi Presiden, saya selalu pakai batik,” kelitnya.
Dalam surat dakwaan atas Ratna disebutkan bahwa sebelum pelaksanaan proyek alkes 2006, Siti Fadilah selaku Menkes meminta agar proyek tersebut diserahkan ke PT Prasasti Mitra pimpinan Rudi Tanoesudibjo melalui penunjukan langsung. Dalam proyek itu, Ratna adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Dari proyek alkes 2006, PT Prasasti diuntungkan Rp 4,9 miliar.(ara/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.