Membunuh Karena Piutang Dan Seks

SUBANG,SNOL Satuan Reskrim Polres Subang akhirnya berhasil membekuk pelaku pembunuhan sadis di Kampung Gondang, Desa Pagaden Barat pada Minggu (23/6) lalu. Pelaku dan motif pembunuhan dengan korban Ahmad Rizal (25) Warga Maracang Purwakarta terungkap dari handphone korban yang ditemukan di lokasi.
Kasus tersebut dilatarbelakangi piutang hingga urusan seks. Belakang diketahui, pelaku ternyata seorang rentenir yang meminjamkan uang kepada kekasih pelaku, RN warga Cibatu, Purwakarta sebesar Rp1 juta.
Namun utang RN malah terus berlipat menjadi Rp1,5 juta. Karena kesulitan membayar, korban menjanjikan akan melunasi utangnya asal RN mau diajak berhubungan badan. Karena terjepit, tak ada pilihan lain akhirnya RN mau diajak berhubungan badan oleh korban. Tapi ternyata korban tetap meminta utangnya dilunasi. Jika tidak, RN diancam akan dilaporkan ke polisi.
Kerena kebingungan, akhirnya RN menceritakan kesulitannya dan apa yang dialami ke kekasihnya Angga Prasetya yang kemudian diketahui sebagai pembunuh Rizal. Sial bagi RN, sang kekasih malah meminta “jatah” berhubungan badan dengan dijanjikan utangnya ke Rizal akan dilunasi.
Angga kemudian minta dipertemukan dengan Rizal di Purwakarta. Kemudian Angga mengajak Rizal ke Pagaden dengan alasan untuk menemui orang tua RN dan melunasi utangnya. Ternyata Angga telah merencanakan membunuh Rizal dengan cara menggorok lehernya.
Kapolres Subang AKBP Chicko Ardwiatto didampingi Kasat Reskrim AKP Dicky Bachriel menerangkan, terungkapnya pembunuhan sadis tersebut dari sms handphone yang ditemukan di TKP.
Pelaku diketahui bernama Angga Prasetia (24), Warga Kampung Tegalgaru Desa/Kecamatan Cipendeuy. Usai membunuh, pelaku sempat melarikan diri ke Kota Bekasi untuk menghilangkan jejak.
“Pelaku mengaku kesal kepada korban yang berprofesi sebagai rentenir dengan meminjamkan uang ke pacarnya RN yang terus berlipat hingga meminta berhubungan badan,” katanya.
Menurutnya, pelaku sudah mempersiapkan rencana untuk membunuh korban dengan menyiapkan pisau untuk menggorok korban. Ketika bertemu, pelaku dan korban juga pacarnya mengadakan perbincangan di tempat sepi di daerah persawahan Pagaden Barat untuk menuntaskan utangnya. “Namun bukannya pembicaran tentang utang melainkan leher korban langsung digorok pelaku,” ujarnya.
Dijelakannya, pelaku dan korban sudah saling kenal. Korban ketika digorok masih bisa melakukan perlawanan dan melarikan diri, namun pelaku mengejar korban dan menusukkan pisaunya ke punggung korban hingga korban jatuh dengan pisau masih nempel dipunggung.
“Usai melakukan pembunuhan tersbut, pelaku masih bisa bersembunyi di areal persawahan dan menunggu sampai kondisi sepi hingga tidak diketahui masyarakat sekitar. Saat tengah malam pelaku kabur dan langsung berangkat ke Cikarang. Akhirnya berhasil ditangkap,” ujarnya. (ygo/man/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.