Daripada Kantor Dibakar, Pilih Serahkan Kotak Suara

SEPATAN, SNOL Desa Pondok Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang mendadak mencekam. Ratusan orang pendukung salah satu calon kepala desa (kades) tiba-tiba beringas.
Mereka tidak puas dengan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) yang berlangsung pada Minggu (30/6). Tanda-tanda kerusuhan pada proses Pilkades di setempat sudah tercium saat panitia melakukan penghitungan suara.
Saat itu, salah satu kubu tidak terima dengan hasil penghitungan karena diduga ada kecurangan. Kubu yang tidak terima menuding kubu yang menang membeli suara dari desa lain. Melihat gelagat demikian, akhirnya panitia  menghentikan penghitungan dan kotak suara diamankan di kantor Kecamatan Sepatan.
Nah, massa rupanya tidak terima dengan kondisi ini. Sekitar pukul 19.00 WIB, mereka mendatangi Kantor Desa Pondok Jaya. Di situ, mereka kemudian meluapkan emosinya dengan merusak sejumlah fasilitas kantor berupa meja, kursi, dan kaca. Bahkan mereka juga membakar satu kotak yang berisi surat suara hasil penghitungan yang belum sempat selesai di desa tersebut.
Minan, saksi mata warga setempat mengatakan, massa datang dan langsung merusak dan mengobrak-abrik seisi kantor secara beringas. “Banyak banget yang dateng. Sekitar 150 orang. Mereka langsung marah dan merusak semua yang ada di luar dan di dalam kantor. Bangku, meja semua dikeluarin. Kaca juga dihancurin. Pokoknya parah lah,” ujar Minan.
Minan memperkirakan jika massa yang datang adalah massa dari Tim Biru. Mereka tidak terima karena dianggap ada kecurangan yang dilakukan oleh Tim Kuning yang memimpin saat penghitungan suara.
“Kalau dilihat sih kaya nya masalah gak terima kalau calon kuning yang menang. Karena ada dugaan kalau tim kuning membeli suara dari desa lain. Makanya dari tim biru marah. Dan langsung gak terima,” terangnya.
Kericuhan tak sampai di situ, massa yang sudah terlanjut terbawa emosi juga mendatangi Kantor Kecamatan Sepatan yang membawa surat suara pemilihan dari desa tersebut. “Massa ada kali ratusan. Dan polisi yang jaga cuma ada lima. Makanya gak bisa dijaga semua,” ungkapnya Khafi, staf kecamatan setempat dengan raut wajah lemas.
Meski sempat dihadang polisi, namun massa yang jumlahnya membuat aparat tak berkutik. Akibatnya, puluhan massa berhasil masuk dan menduduki kantor kecamatan. Mereka memaksa beberapa orang yang berada di dalam untuk segera mengeluarkan satu kotak suara dari Desa Pondok Jaya, sambil merusak kaca kantor dengan bambu, batu dan kayu. Bahkan massa juga sempat mengancam akan membakar kantor dan mobil yang berada di kecamatan jika kotak suara tidak dikeluarkan.
“Kita kan takut. Daripada kantor yang dibakar, akhirnya kita turuti permintaan mereka untuk kasih kotak suara hasil perhitungan sore tadi,” tukas Khafi.
Setelah itu, massa kemudian langsung membakar kotak suara tersebut dan kemudian meninggalkan lokasi kejadian. Hingga saat ini, baik camat maupun pejabat setempat masih belum dapat dimintai keterangan. Meski sempat ditemui, namun Camat Sepatan Nurul Hayati belum memberikan komentar dengan alasan masih dalam pemeriksaan pihak kepolisian.
“Nanti ya, maaf. Saya masih harus diperiksa pihak kepolisian. Jadi buru-buru. Nanti kita ngobrol lagi,” ucapnya seraya berjalan dan memasuki mobil.
Sementara itu, puluhan aparat dari Polsek Sepatan masih terlihat berjaga di lokasi kejadian guna mengantisipasi aksi susulan. (kiki/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.