RSU Tangsel Krisis Perawat dan Bidan

TANGSEL,SNOL Manajemen RSU Kota Tangsel mengakui kekurangan ratusan tenaga perawat dan bidan. Saat ini hanya ada 91 tenaga perawat dan 95 orang bidan dari yang seharusnya masing-masing 110 orang.
Meski kekurangan sumber daya manusia, Kepala Bidang Keperawatan RSU Kota Tangsel, Dahlia Nadaek menyebut pelayanan di RSU tetap dilakukan secara maksimal. “Kami tetap mengoptimalkan tenaga yang ada,” katanya, Selasa (9/7).
Kepala Seksi Asuh Keperawatan RSU Kota Tangsel, Sari menambahkan ada sebanyak 27 perawat dan 13 bidan berstatus PNS. “Sisanya berstatus TKS. SDM yang ada ini kami maksimalkan pelayanan untuk masyarakat,” ujarnya.
Pihaknya juga menyiapkan perawat emergency di dalam ambulance dengan menempatkan satu perawat, satu dokter umum dan sopir yang bersertifikat. “Kami siap memberikan pelayanan maksimal dan terbaik untuk masyarakat,” tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Dadang M Epid mengatakan, pada 1 September nanti pihaknya tengah mempersiapkan rumah sakit gratis. “Seharusnya Juli sudah buka, namun banyak hal yang harus kami siapkan agar semua optimal. Jadi kami siap melaunching rumah sakit gratis pada 1 September mendatang,” ujarnya.
Mengenai program berobat gratis Dadang menegaskan program itu hanya berlaku bagi warga Kota Tangsel. Sedangkan bagi warga di luar Kota Tangsel dikenakan biaya retribusi 300 persen.
”Ini namanya subsidi silang. Warga di luar Kota Tangsel justru akan kami kenakan 300 persen biaya pengobatannya, ini baru rencana ya,” ujar Dadang. Misalnya untuk biaya rontgen, jika biayanya Rp 30 ribu dan dinaikan 300 persen, warga di luar Kota Tangsel bisa dikenakan Rp 120 ribu.
Hal tersebut juga diamini Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany. Dikatakannya, subsidi silang ini juga untuk menyadarkan wilayah tetangga seperti Jakarta Selatan dan Depok, yang warganya sering berobat di Kota Tangsel.
”Ini agar menyadarkan pemerintah daerah tetangga, agar melakukan langkah yang sama seperti pemerintah Kota Tangsel. Namanya juga otonomi daerah, ya harus mendahulukan warga asal kotanya,” tutur Airin. (pramita/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.