Tiga Desa di Legok Disapu Puting Beliung

LEGOK,SNOL Bencana puting beliung kembali melanda Kabupaten Tangerang. Kali ini angin kencang tersebut menerjang tiga desa yakni, Bojong Kamal, Babat dan Ciangir di Kecamatan Legok.
Puluhan rumah rusak cukup parah dan ratusan mengalami rusak ringan dalam peristiwa , Selasa (9/7) sore itu. Sebelumnya pada Jumat (5/7) lalu, sebanyak 99 rumah di Kecamatan Kresek juga rusak diterjang puting beliung.
Ketua RT 02/04 Kampung Nagrek Desa Bojong Kamal, Tibing mengatakan, angin kencang disertai hujan deras menerjang desanya sekira pukul 15.30 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. “Setelah angin kemudian turun hujan es. Tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ucapnya kepada Satelit News, Rabu (10/7).
Meski demikian, akibat bencana puting beliung sejumlah rumah semi permanen ambruk, perabotan rumah tangga warga rusak tertimpa dan sejumlah genteng rusak. “Kami berharap segera dapat bantuan dari pemerintah,” imbuhnya.
Sekretaris Camat Legok, Arief Rachman merinci rumah yang rusak akibat terjangan puting beliung. “Di Bojong Kamal sebanyak 36 rumah rusak agak berat dan 60 rumah rusak ringan. Di Babat sebanyak 30 rumah rusak agak berat dan 55 rumah rusak ringan. Dan di Ciangir sebanyak 3 rumah rusak agak berat dan 4 rumah rusak ringan,” kata Arief.
Untuk kerusakan parah, kata Arief, saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan kembali dan kemudian akan dilaporkan ke Dinas Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran. “Tidak ada warga yang luka-luka atau sampai meninggal dunia akibat bencana ini,” paparnya.
Saat ini warga sudah mulai memperbaiki rumahnya dan beberapa sudah menghuni rumahnya kembali. Kendati demikian warga tetap waspada karena melihat potensi hujan masih ada.
Terpisah, Kepala Bidang Rekonstruksi dan Rehabilitasi Dinas Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran, Kadmita mengaku sudah menerima informasi terkait bencana tersebut. Dikatakannya, ini merupakan bencana kedua setelah puting beliung menerjang Desa Pagedangan Ilir Kecamatan Kronjo yang merusak 99 rumah.
“Kami baru menerima laporan dari 1 desa, sementara dua desa lainnya masih kami tunggu data dari kecamatan setempat. Untuk kemudian diajukan guna mendapatkan bantuan dari pemerintah. Kerugian diprediksi mencapai ratusan juga rupiah,” pungkasnya. (aditya/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.